Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

7 Masjid Terindah Di Dunia

1.       Masjid Faisal merupakan masjid terbesar di Islamabad, Pakistan. Masjid yang didesain oleh Vedat Dalokay ini berbentuk kemah gurun Bedouin. Pembangunannya selesai pada tahun 1986.

 Masjid Faisal di Islamabad adalah masjid yang paling besar di Pakistan. Vedat Dalokay, arkitek Turki yang mengilhamkannya, menggunakan khemah Beduin sebagai inspirasi seni bina Masjid Faisal.
2.       Masjid Raya Baiturrahman, Aceh, Indonesia. Ini merupakan masjid yang dianggap sebagai simbol Aceh, khususnya sejak kejadian bencana tsunami tahun 2004. Desain masjid ini dipengaruhi gaya khas Belanda dan India Moghul, tak lepas, pengaruh lokal juga membuat desain masjid ini terlihat menarik.

 Masjid Raya Baiturrahman
3.       Masjid Taj-Ul, sesuai namanya, merupakan "mahkota para masjid". Konstruksi masjid ini dimulai oleh Sultah Shah Jahan, pemimpin Bhopal. Karena masalah dana, pembangunan masjid ini terlambat pembangunannya sampai tahun 1971. Masjid ini dianggap menjadi salah satu masjid terindah di India.

 Masjid Taj Ul di Bhopal antara masjid yang paling besar di benua Asia.
4.       Masjid Badshahi berada di Lahore, Pakistan. Mampu mengakomodasi 5.000 jamaah di dalamnya, dan didesain dengan arsitektural gaya Mughal yang kental. Masjid ini dibangun oleh Aurangzeb pada tahun 1671.
Masjid Badshahi telah dibina oleh Maharaja Mughal yang mashyur, Aurangzeb, pada tahun 1671. Ia merupakan masjid yang kelima paling besar di dunia.

5.       Great Mosque of Xi'an berlokasi di dekat Drum Tower, provinsi Shaanxi, Cina. Masjid berdesain khas Cina ini merupakan salah satu yang tertua di dunia; dibangun pada tahun 742.

 Great Mosque of Xi'an di China menampilkan ciri-ciri budaya Cina bersebelahan dengan seni bina Islam.
6.       Masjid Jamek merupakan masjid tertua di Kuala Lumpur, Malaysia. Didesain oleh Arthur Benison Hubback, masjid ini dipengaruhi arsitektur khas Moors yang merupakan desain khas Afrika Utara.
 Masjid Jamek, adalah salah satu masjid yang paling ikonik untuk penduduk-penduduk bandaraya Kuala Lumpur. Malah, ia merupakan tapak di mana bandaraya kami ini 'dilahirkan'.

7.       Masjid Sultan Ahmed disebut juga sebagai Masjid Biru karena tembok bagian dalam yang didominasi warna biru. Dibangun pada tahun 1609, masjid ini kental dengan nuansa desain klasik Ottoman, dan menjadi daya tarik turisme Istanbul, Turki
Sultanahmet Camii, juga dikenali sebagai Blue Mosque, di antara masjid yang paling mashyur di Turki. Pembinaannya mengambil masa tujuh tahun, dari 1609 hingga 1616. Seni bina masjid ini dipengaruhi un
.


Ciri istri yang Soleha


Ciri istri yang Soleha


istri sholehah adalah idaman bagi setiap laki-laki. sholehah secara bahasa berarti layak dan pantas. dan istri sholehah adalah istri yang memiliki kepribadian layak sebagai seorang istri. kelayakan kepribadian tersebut dinilai dari sisi agama karena Islam telah memberitakan tentang ciri istri yang soleh dalam banyak ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadist Nabi.

Dan menjadi pribadi istri sholehah juga diidam-idamkan oleh kebanyakan wanita, baik yang telah menjadi istri atau yang belum. karena secara naluri, setiap orang selalu berusaha menjadi lebih baik dari apa yang pernah dia raih sebelumnya.

Jika anda seorang wanita yang ingin menyempurnakan kepribadian sehingga menjadi seorang istri yang sholehah, atau seorang laki-laki yang ingin memiliki seorang istri yang sholehah. perhatikan hadist berikut :

خير النِّسَاء امْرَأَة نظرت إِلَيْهَا سرتك وَإِذا أَمَرتهَا أَطَاعَتك وَإِذا غبت عَنْهَا حفظتك فِي نَفسهَا وَمَالك

Artinya : "Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang ketika engkau memandangnya akan membuatmu bahagia. dan jika diperintah, dia akan mentaatimu. dan jika engkau tidak bersamanya, dia akan menjagamu dalam dirinya dan menjaga apa-apa yang engkau miliki." (HR Abu Daud, Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

3 Ciri-ciri Istri Sholehah/Idaman

1. Ketika dipandang, dia akan membuatmu bahagia, nyaman dan menentramkan jiwa.

2. Ketika engkau memerintahkannya akan sesuatu yang mubah/boleh, dia mentaatimu.

3. Ketika engkau pergi dan dia tidak bersamamu, dia akan menjaga dirinya untukmu dan juga menjaga apa-apa yang engkau miliki; harta, anak dan lain-lain.

Berlombalah untuk selalu menjadi lebih baik. memperbaiki kesalahan-kesalahan dan selalu berpikir maju. itulah pribadi seorang muslim yang hakiki.


"Dusta" adalah salah satu sebab tidak diterimanya puasa


"Dusta" adalah salah satu sebab tidak diterimanya puasa
Puasa merupakan salah satu amalan mulia yang memiliki kedudukan tinggi disisi Allah. oleh karna tingginya kedudukan amalan tersebut, maka Allah menciptakan pintu khusus disurga bagi hamba-hambaNya yang rajin berpuasa. dan diantara puasa-puasa yang disyariatkan dalam Islam ada yang diwajibkan atas seluruh ummat Islam diseluruh dunia, yaitu puasa ramadhan.

Puasa adalah menahan hawa nafsu termasuk makan, minum, amarah, dll dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. dan bagi orang yang berpuasa, Allah menjanjikan pahala yang sangat besar disisiNya.

Selain pahala besar yang Allah janjikan, Allah juga memberi syarat-syarat bagi puasa yang akan Dia terima. Dan Allah juga memberi rambu-rambu yang tidak boleh dilewati sehingga puasa tersebut dapat diterima. diantara perbuatan yang menyebabkan puasa tidak diterima adalah dusta.

Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :

مَن لم يَدَعْ قولَ الزُّورِ والعمَلَ بِهِ ، فَليسَ للهِ حاجة فِي أَن يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ
Artinya : "Siapa saja yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalan atas dusta itu, maka Allah tidak butuh dengan (amalan) meninggalkan makan dan minumnya (puasa)." (HR Bukhori, Abu Daud dan At-Tirmidzi)

Ketika seorang tidak meninggalkan perkataan dusta, dan mengamalkan kedustaan tersebut. maka Allah tidak peduli dengan lapar dan dahaga yang dia tahan sepanjang hari.

Imam Al-Baidhowi berkata : Maksud dari diwajibkannya puasa adalah tidak hanya untuk menahan lapar dan dahaga, akan tetapi hal-hal yang mengikutinya seperti menahan hawa nafsu dalam bentuk apapun dan meredakan amarah dan membuat jiwa menjadi tenang. dan siapa saja yang berpuasa akan tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja, maka itu tandanya Allah tidak peduli dan tidak menerima puasanya tersebut.

Marilah kita menjaga lisan kita dari berkata kebohongan, dan menahan diri kita agar tidak mengamalkan kedustaan itu sehingga puasa kita diterima Allah -ta'ala-.


Bagai mana lulus Ujian tanpa Nyontek?

Bagai mana lulus Ujian tanpa Nyontek?Apakah pernah muncul pertanyaan dalam benak kita...kenapa pada waktu Hijrah Rasulullah Alaihissholatu Wassalam tidak memakai Buraq padahal lebih cepat, praktis dan aman dari gangguan para kafir Quraisy yang hendak membunuhnya, seperti yang beliau lakukan pada hari Isra' dan Mi'raj, kan mudah saja bagi Allah untuk mengirimkan Buraq kepadanya karena beliau adalah seorang Nabi dan Rasul ??!!! hehehe pengen tahu jawabannya ya.....!! yups begini jawabannya :

kita lihat kedudukan Nabi ketika dia hidup, kedudukan beliau adalah sebagai sumber Syariat islam atau lebih tepatnya penyalur Syariat Allah di muka bumi ini, yang menjadi suri tauladan yang mulia bagi seluruh Ummat Islam di Dunia dengan begitu, semua yang bersumber dari beliau baik itu perbuatan, perkataan, dan diamnya beliau terhadap sebuah permasalahan akan menjadi Syariat Islam karena itu dimakan dengan Sunnah beliau.

maka oleh sebab itulah beliau tidak memakai Buraq dan lebih memilih berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sangat jauh itu (Makkah-Madinah) agar umatnya bisa meniru apa yang beliau lakukan dan bukan hanya sebatas dikejadian ini saia tapi disemua kegiatan beliau. andai saja beliau memakai mukjizat disetiap kegiatan beliau maka mungkin para sahabat pada waktu itu serta kita juga pada masa sekarang akan beralasan jika ditanya mengapa kamu tidak melakukan sunnah Nabi? " loh beliau kan Nabi punya Mukjizat cukup Angkat Tangan dan memohon sekali saja langsung dikabulkan sedangkan kita hanya manusia biasa tidak bisa melakukan hal itu semua.......!!!" namun yang perlu kita garis bawahi dalam kisah Hijrah ini sebenarnya adalah usaha beliau untuk Hijrah itu sendiri.

tidak kah kalian tahu kalau Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam telah merancang sebuah rencana yang begitu sempurna untuk Hijrah agar para Musyrikin Quraisy tidak menemukan beliau ?! inilah rencana dan usaha beliau untuk Hijrah :

1. beliau pergi ke rumah Abu Bakar di siang bolong ketika orang-orang sedang istirahat dengan keadaan kepala dan wajah tertutup kain.

2. beliau masuk lewat pintu belakang rumah Abu Bakar dengan mengendap-endap serta bertanya kepada Abu Bakar apakah ada orang di rumah selain dia.

3. memrintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur ditempat tidurnya, agar para Musyrikin menyangka kalau beliau ada dirumah dan sedang tidur.

4. beliau menyewa seorang Guide untuk menunjuki jalan mereka (Nabi dan Abu Bkar) menuju Madinah karena mereka akan melalui jalan lain yang belum pernah dilewati orang (bukan jalan yang biasanya).

5. mereka bersembunyi tiga hari di dalam gua Hira. kenapa tiga hari ? karena beliau tahu dihari pertama para musyrikin baru menyadari kalau beliau telah pergi hijrah dan mulai mencari, sedangkan dihari ke dua semangat mereka sedang tinggi-tinginya untuk menemukan beliau sehingga dimanapun mereka akan periksa untuk menemukannya sehingga akan sangat bahaya jika masih berkeliaran pada hari itu, adapun hari ketiga mereka sudah mulai putus asa karena belum juga mendapati beliau dan akhirnya di hari ke empat mereka menghentikan pencarian dan hari inilah saat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.

Subhanallah.....!!! benar-benar rencana yang sungguh luar biasa bukan....?! inilah contoh dari Nabi agar kita selalu berusha untuk mendapatkan apapun yang kita mau. tapi apakah usaha saja cukup ???! mari kita simak kelanjutan dari kisah Hijrah beliau!

walaupun rencana begitu sempurna namun masih ada saja halangan dan cobaan, tahukah kalian kalau orang-orang musyrikin sudah benar-benar berada di depan mulut gua Hira itu sampai-sampai dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar berkata pada Nabi kalau dia telah melihat kepala salah satu dari mereka yang sedang melihat ke arah mereka berdua, coba kalian bayangkan perasaan kalian jika kalian yang berada di dalam gua itu..resah, takut, gelisah, deg-degan, semua bercampur jadi satu seperti itulah yang dirasakan oleh Abu Bakar sehingga dia sering mengeluh kepada Nabi " ya Rasulullah mereka telah melihat kita..!!!" namun apa kata beliau " waha Abu Bakar tenanglah sesungguhnya Allah bersama kita..!!" ya..beliau menyerahkan segala urusannya kepada Allah karena Allah lah yang maha berkehendak.

mengapa demikian...??? padahal mudah saja bagi beliau untuk mengusir para Musyrikin dari depan gua itu yaitu dengan memohon pada Allah niscaya Allah akan mengirim malaikatnya untuk menhabisi mereka semua atau dengan cara yang lain agar mereka pergi dari situ.

mengapa ...?? jawabannya karena beliau ingin memberi contoh kepada umatnya agar selalu bertawakkal setelah usaha, dan berusaha dulu sebelum tawakkal. demikianlah cerita singkat Hijrah beliau yang memiliki makna yang sangat penting bagi kaum muslimin semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah beliau ini.

tulisan singkat ini saya tujukan kepada teman-teman yang sebentar lagi akan menghadapi ujian agar berusaha terlebih dahulu dengan belajar yang giat baru menyerahkan segala urusan kepada Allah dan berdoa kepadaNya yang maha berkehendak karena Allah lah yang akan memberikan keputusan itulah yang dinamakan TAWAKKAL.

ingat !!! Usaha + menyerahkan Urusan selanjutnya kepada Allah = Tawakkal.

kenapa tidak......Burung saja menggabungkan antara keduanya sehingga dia mendapatkan makanan untuknya dan anak-anaknya, coba kalian lihat burung-burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar kemudian pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang apakah sebelum pergi mereka yakin akan mendapatkan makanan tapi mereka tetap berusaha dengan terbang mencari makan tidak hanya berdiam diri serta menyerahkan urusannya kepada Allah sehingga mereka menjadi yakin kalau mereka PASTI BISA.....!!!.

semoga semua urusan kita dipermudah oleh Allah sehingga kita semua bisa lulus dengan nilai yang memuaskan......Amien Ya Rabb..............!!!

Tinggalkan dia juga Cintanya

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Tinggalkan dia juga CintanyaSudah menjadi fitrah bagi manusia untuk mencinta dan dicintai, semua orang butuh cinta sebab tanpa cinta hidup ini tak lebih dari keledai yg terbaring di padang pasir, ibarat batu karang di lautan dan ibarat bunga di tepi jurang. Cinta membuat segalanya menjadi indah, memberi warna dalam hidup, melukis senyuman pada wajah, cinta membuat setiap detak jantung menjadi sangat berarti. Itulah cinta namun, cinta juga memiliki aturan main yang harus dijalankan jika ingin selamat dunia dan akhirat.

Cinta dan mencintai pada hakikatnya adalah boleh-boleh saja bahkan sangat dianjurkan untuk saling mencintai sesama muslim namun, ada cinta yang begitu spcial dan sangat sensitive, ia ibarat api berwujud embun dipagi hari dan bagi siapa saja yang tidak waspada terhadapnya maka ia akan terbakar yaitu cinta terhadap wanita yang merupakan perhiasan dunia dan fitnah terbesar bagi kaum lelaki. Rosulullah -shallallahu Alaihi Wasallam- pernah bersabda dlm hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari (5096) dan Muslim (2740):
ما تركت بعدي فتنة أضرّ على الرجال من النساء

Artinya : "Tidaklah aku tinggalkan sebuah fitnah yg sangat berbahaya bagi kaum lelaki melainkan fitnah wanita." (HR Bukhori dan Muslim)

Cinta yang semacam ini mempunyai batasan yang sudah banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah contohnya : saling menundukkan pandangan, tidak berkhalwat dalam satu ruangan jika si wanita tidak ditemani oleh mahromnya dan haram bagi keduanya untuk saling bersentuhan namun, semua itu akan menjadi boleh dan halal jika keduanya saling menikah karena pernikahan akan menghlalkan apa-apa yang sebelumnya haram jika dilakukan oleh dua sejoli bahkan hal itu dianggap ibadah yang berbuah pahala sebagaimana jika ia melakukannya kepada yang haram maka akan berbuah dosa...!

Namun terkadang cinta itu datang pada waktu yang kurang tepat -dan inilah salah satu sifat cinta datang tanpa diundang dan pergi tanpa alasan- contohnya saja saat anda tidak siap untuk menikah dan meminangnya karena berbagai alasan sedangkan cinta sudah melebarkan sayapnya maka tutuplah setiap celah yang bisa digunakan setan untuk menyesatkanmu karena sungguh jika tidak demikian maka siapalah yang sanggup bersabar akan godaan cinta. hari ini bisa jadi lewat FB atau YM saling tegur sapa lambat lawun menuju HP selanjutnya janjian disebuah tempat, ternyata kesan pertama begitu menggoda selanjutnya wal'iyaadzu billaah...., serahkan semuanya pada Allah, tinggalkan ia dan cintanya karena Allah, Karena barang siapa yang bertawakkal pada Allah maka Allah akan mencukupinya. Allah berfirman :
ومن يتّق الله يجعل له مخرجا

Artinya : "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar." (QS At-Talaq, ayat : 2)

Jika ia memang jodohmu maka tidak akan ada makhluk di muka bumi ini yang bisa memisahkan kalian walaupun mereka berkumpul dan merencanakan hal itu, dan jika ia memang bukan pilihan Allah untukmu maka tenanglah anda telah meninggalkan ia dan cintanya karena Allah maka niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan itulah janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janjinya dan tidak ada seorangpun yang bisa menyatukan kalian jika Allah tidak menghendaki itu. Dan satu hal yang perlu anda ingat bahwa bisa jadi anda menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi anda dan bisa jadi anda membenci sesuatu padahal itu baik buat anda, Allah berfirman :
وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqoroh : 216)

Allah juga berfirman :
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Artinya : "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS An-Nur : 26)

walaupun ayat ini turun dalam Haditsatul Ifqi yg menjelaskan bahwa perkataan - perkataan buruk berasal dari orang-orang yang buruk dan perkataan-perkataan baik brasal dari orang yang baik-baik pula namun kaedah tafsir mengatakan bahwa "Al Ibrotu bi Umumillafadz laa Bikhususissabab (Pelajaran yang diambil dari sebuah dalil adalah makna keumumannya, bukan kekhususan sebab turunnya)."

Maka dari itu syeikh As Sa'di berkata dalam menafsirkan ayat ini : "Semua yg buruk dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang buruk serupa dan layak untuk orang yang buruk begitu juga semua yang baik dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang baik layak, serupa dan selalu bersama orang yang baik. kemudian beliau memberi contoh bahwa Nabi Muhammad adalah laki-laki terbaik di muka bumi ini dan sungguh tidak layak baginya kecuali wanita-wanita yang baik dan tuduhan terhadap Aisyah merupakan tuduhan terhadap Nabi pula dan itulah yang dimaksudkan oleh orang-orang munafik."

berbeda masalahnya jika kita sudah benar-benar siap untuk menikah maka tak perlulah kita meninggalkan ia dan cintanya akan tetapi bersegeralah sempurnakan separuh agamamu karena itulah yang dianjurkan Islam...tapi ada yang perlu diperhatikan disini yaitu jangan sampai ada hubungan yang tidak perlu jika belum waktunya, sebaiknya mengunakan perantara comlang yang sudah bersuami-istri sehingga tidak ada celah untuk setan berkelit. Karena sekuat-kuat iman seseorang ia belum tentu mampu menahan gejolak cinta. Inilah yang pepatah yang populer di zaman kakek-buyut kita “Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit”. Ya, itulah cara setan menggiring manusia secara perlahan. Akan tetapi pembawa syariat shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih cerdas dibandingkan setan. Cara ini tidak berlaku jika selalu menggenggam kaidah beragama :
سد الذرائع مقدم على جلب المنافع

ِArtinya : "Menutup jalan menuju keburukan lebih diutamakan dari pada mengambil manfaatnya."

Maka sudah selayaknya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan yang terbaik hendaknya ia bercermin pada dirinya, sudah layakkah dirinya untuk mendapatkan yang baik ..?? mari sama-sama memperbaiki diri sehingga mendapat yang baik insya Allah.

Mengapa wanita Muslimah Harus Memakai Jilbab?

gadis berjilbab 
Terbungkus rapi memang memberi nilai plus dalam pandangan setiap orang itu terbukti ketika mereka hendak memberikan hadiah kepada orang yang dicinta pasti mereka akan membungkus hadiah itu dengan rapi agar telihat indah dan menarik, begitu juga dengan orang yg hendak mebeli buku atau barang lainnya tentu ia akan memilih buku yang masi terbungkus atau barang yg masih tersegel rapi dan ia enggan memilih sampel yang dipajang oleh si pemilik karena tentunya sampel itu sudah dipegang-pegang dan di otak atik oleh sekian orang yang hendak membeli barang tsb.

Maka begitulah Allah dalam menghargai wanita, Allah perintahkan mereka untuk menutup aurat agar mereka terlihat rapi dan sopan serta tidak menjadi sumber fitnah bagi kaum laki-laki seperti wanita-wanita yang mengobral auratnya. Maka tidakkah kalian mau wahai ukhti Allah perlakukan sperti itu…karena sungguh hati orang2 yg beriman akan selalu condong pada mereka yang senantiasa menutup auratnya untuk mereka jadikan pasangan hidupnya, sedangkan orang2 yang hatinya rusak mereka akan mencari sebaliknya bukan untuk mereka nikahi tapi untuk mereka coba layaknya mencoba dan mengotak-atik sampel barang di sebuah toko jika sudah merasa tak cocok maka barang itupun akan ditinggalnya.

Maka dari itu wahai saudariku perbaikilah niatmu dalam memakai jilbab jadikan ia semata-mata untuk Allah sebagai rasa syukurmu terhadapNya atas rahmatNya sehingga ia menghargaimu sebagai seorang wanita, dan janganlah engkau berfikir seperti fikirannya orang2 kafir yang menganggap bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan mereka berhak melakukan apapun terhadap tubuh mereka sendiri, tapi ingatlah bahwa islam itu memiliki hukum termasuk hukum pakaian-pakaian seorang muslimah, pandangannya dan cara bicaranya, maka barang siapa yang ridho karena Allah dengan menjadi seorang muslimah serta ta’at kepada Nabi Muhammad hendaknya ia berkata terhadap smua perintah Allah “ sami’na wa ‘atho’na “ kami dengarkan dan kami taati.

Allah berfirman : “ dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman apabila Allah dan Rosulnya telah menetapkan sebuah ketetapan akan ada bagi mereka pilihan ( yang lain) tentang urusan mereka dan barang siapa yang mendurhakai Allah maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata…”. QS Al Ahzab : 36

Sekali lagi wahai saudariku niatkanlah ia semata-mata karena Allah bukan karena yang lainnya…dan disini ada beberapa alasan yang kadang mendasari seorang muslimah untuk memakai jilbab (kerudung)

- karena mode ;

Memakai jilbab yang “gaul” sudah menjadi tren saat ini sehingga banyak dari kaum hawa yang tertarik memakai jilbab model seperti ini dan jika ditanya mengapa memakai jilbab (kerudung) ? loh inikan gaul, ini tren saat ini…jawabnya !.

- Ikut-ikutan artis ;

Alhamdulillah sudah ada beberapa artis yang mulai memakai jilbab walaupun itu sebatas jilbab yang “gaul” kata orang , tp sangat disayangkan banyak dari kaum muslimah yang memakai kerudung hanya sekedar ikut-ikutan artis dan bukan karena Allah, mungkin karena dia nge-fans dengan artis itu atau hanya ingin terlihat cantik dengan memakai jilbab seperti para artis.

- Karena sekolah mewajibkan berjilbab ;

memakai jilbab di sekolah sangatlah bagus namun yang menyedihkan ketika liburan tiba atau jam sekolah sudah berakhir tak sedikit dari para siswi yang melepas jilbabnya dan setelah diselidiki ternyata mereka memakai jilbab karena sekolah mewajibkan untuk seperti itu, walaupun tidak sedikit dari mereka yang ikhlas karena Allah. pesantren dan madrasah-madrasah aliah adalah contoh dari sekolah-sekolah yang mewajibkan jilbab.

- Karena pacar ;

Karena pacar bisa dikatakan beragama maka sang wanitapun harus menyesuaikan sehingga yang tadinya tidak berjilbab kini dengan rajinnya memakai jilbab, namun ketika putus dengan sang kekasih iapun kembali ke “tabi’at” asalnya (tidak berjilbab). Ini adalah kenyataan yang pahit yang kerap kita temui di masyarakat kita saat ini.

- Karena tuntutan pekerjaan ;

Seperti bekerja di bank-bank syari’ah misalnya, syukur Alhamdulillah klo bisa konsisten.

- Karena suami ;

Suami memerintah istrinya untuk mengenakan jilbab mau tidak mau sang istri harus patuh terhadap perintah suami walaupun sedikit terpaksa.

Itulah beberapa alasan yang kadang mendasari seorang wanita untuk memakai jilbab dan sebaik-baiknya mereka adalah orang yang ikhlas dalam memakainya karena Allah, para Ulama menyebutkan 2 (dua) syarat diterimanya amalan seorang hamba yang semuanya tersimpulkan atau terambil dari 2 kalimat syahadat yang berbunyi “ Asyhadu Alla Ilaaha Illallaah, Muhammadan Rosulullaah” yaitu ; Ikhlas, yang terambil dari syahadat yang pertama yaitu syahadat kapada Allah, Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam juga bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab :




إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لكل اِمْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya : "Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan." (HR Muslim dan Abu Daud)

kemudian yang kedua ; sesuai dengan ajaran Rosul bukan mengada-ada dalam permasalahan agama seperti apa yang dilakukan oleh para Ahlu bid’ah, syarat yang ke dua ini terambil dari syahadat yang ke dua yaitu syahadat kepada Nabi, Rosulullah juga bersabda : “ barangsiapa yang mengerjakan sebuah amalan yang tidak berdasarkan ajaran kami maka amalannya tertolak “.Semoga Allah senantiasa menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam melaksanakan semua perintahNya dan menjadikan kita senantiasa istiqomah dalam ajaran NabiNya….

Permata Bernama Iman

Permata Bernama Iman
“Hujan|ah sesukamu, ' toh  rinainya akan kami tanggung semua" (Harun Al Rasyid)."Kalimat yang terucap dari bibir sang Khalifah tersebut begitu  singkat dan sederhana. Sang Khalifah seperti tidak peduli akan hujan turun tiada henti atau bahkan berhenti turun; Itu semua 'tidak berpengaruh terhadapnya. Meskipun ia pun sadar akan konsekuensi rinai yang muncul saat hujanturun,ia tak tergoyahkan.

 Tidak ada ketakutan ataupun kekhawatiran akan resiko yang muncul. Ia sadar segala sesuatu  sudah diatur dengan cermat dan teliti. Ada gat yang berkuasa atas segalanya. Zat yang ketentuannya tak bisa ditolak ataupun dihindari.

Terdapat ketabahan, keberanian, dan juga prasangka baik atas apapun yang terjadi. Ini didasari atas keyakinan bahwa apapun yang ditetapkan Allah adalah suatu kebaikan. Maka bagi orang-orang yang sangat kuat keyakinannya dan sangat dalam cintanya, apapun yang terjadi pada dirinya tidak sampai lmyengubah prasangka baiknya kepada Allah. Tidak ada yang ia takuti, Hari ini, ataupun esok. Allah sajalah tumpuan terakhir harapan yang” tak akan pernah mengecewakan, dan Penghitung yang Maha Teliti tiada dua.

Ada sebuah permata di hati orang-orang beriman yang saat ia terasa kelezatannya, segalanya terlihat begitu indah, Permata itul adalah iman. Saat iman`meraja, tak ada Iagi duka dan derita. Ini bukan karena tidak ada Iuka dan perih, bukan. Ada duka dan luka. Tapi Iuka yang ada tidak lagi terasa sakit tertutupi kesadaran akan kenikmatan yang akan diperoleh kelak sebagai hadiah tak terukur dari Allah.

Apabila ini terpatri, seorang hamba akan mampu berteriak lantang menyuarakan kebenaran, berjalan  tegap diatas bara celaan orang, glglh membela kebenaran dan keadilan. Ia tak akan gentar akan terpaan gelombang yang menggila, duri, dan amukan badai kehidupan, Iman` ada lah bekal seorang mukmin untuk mengarungi kehidupan. Mencuat dari lubuk hati, iman merupakan bentuk kesadaran yang sederhana akan kehidupan.  Bahwa setiap kéhidupan dan kematian berada diltangan Allah. Termasuk juga didalamnya rizqi dan pengalamanhidup yang akan muncul, baik berupa kesenangan ataupun kesusahannya.

Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah SAW pernah bersabda-akan tiga kunci merasakan kelezatan iman: cintai Allah dan Rasul-Nya dlatas segalanya, cintai seseorang hanya karena Allah semata, dan membenci kekufuran ,untuk dirinya seakan neraka terletak dihadapannya jika ia melakukannya. Allah adalah zat yang paling layak untuk dicintai.   

 Ia pantas untuk dinomorsatukan. Karena ia adalah Sang Pencipta, MahaPemurah yang memiliki cinta yang tak bermusim Allah juga memilik ampunan dan rahmat yang tiada batas. Bagaikan samudra tak berpantai. Tak bertepi. Cintailah Allah saja karena ia akan membalasberlipat dantak akan membuat kecewa, sedih dan saklt. Sementara Rasulullah adalah sosok yang lembu,berahlaq mulia, penyantun, dan-sangat dalam kasihnya untuk segenap umat. Beliau berpribadi sempurna dan pembawa suluh penerang penjuru alam raya. Cintailah juga saudara kita hanya karena Allah, karena sifat cinta kita lemah. Kita butuh Allah untuk menjaga selalu perasaan itu. Tiada keabadian tanpa izin dan kemurahan Allah. Kita diciptakan dengan segala keterbatasan diri,

Abu Bakar, yang badannya telah babak belur dan_Iuka Iuka  setelah dipukul oleh kaum Quraish pertanyaan yang' muncul pertama kali setelah sadar apa yang terjadi adalah? Bagaimana keadaan RasuluI|ah?. Abu Bakar sendiri tidak peduli dengan keadaan tubuhnya saat itu.  Yang ia_ pikirkan hanya Rasullah, karena Rasulullah ada disampingnya sebelum ia dipukul oleh kaum Quraish. Begitu besarfiya cintanya pada Rasulullah.. Wujud cinta kita pada Rasulullah yang dapat dilakukan adalah dengan menjalankan sunnahnya.

Sumayah, seorang snahabiyah didera dengan siksa yang keras oleh orang quraish. Semakin keras siksa yang diberikan padanya, Semakin kokoh pertahananya  untuk tetap teguh berada di jalan Allah.'Asthma binti Abu Bakar. Beliau berperan besar dalam hijrahnya Rasulmilah. Asma yang memasok makanan kepada Rasulullah yang berangkat malam dan harus kembali sebelum orang-orang quraish bangun, meskipun beliau sedang hamil tua. Suatu tugas yang tidak mudah dan penuh dengan marabahaya, namun dapat dilakukannya dengan baik.

Mus‘ab Bin Umair. Séorang pemuda idaman saat itu dan bila ia lewat, dari jauh sudah tercium bau parfumnya. Ia rela menlnggalkan segala fasilitas yang penuh kenikmatan dari orang tuannya hanya untuk memeluk agama Islam walaupun ibu yang sangat ia cintai dan hormatlnya mogok makan karena ia memeluk Islam. Apa yang sebenarnya menyebabkan mereka mempunyai keteguhan seperti itu?. Faktor-faktor apa yang mereka punyai?.

Bila dllihat benangmerahnya adalah karena mereka dapat merasakan betapa manisnya iman itu, Apapun yang terjadi, rintangan apapuny yang ada ,dan siksaan macam apapun, hal itu tidak akan dapat menggoyahkan pendlriannya. Hanya ridha Allah yang menjadi tujuannya, seperti yang dialami oleh para sahabat dimanakala kita mengaca kepada hubungan kaum Anshar dan Muhajififh berbagi kisah yang menyentuh menggambarkan ketulusan dan sikap Aitsar yang luar biasa. Cinta karena Allah akan membuat segalanya tampak sederhana dan penuh makna. Membenci kekufufan adalah syarat ketiga untuk merasakan lezatnya iman. Memang tidak mudah karena iman adalah sesuatu yang tak ternilai.

Tak ternilai karena tidak didapatkan secara percuma. Kecuali Allah, berkehendak lain. Tapi yakinlah bahwa hanya  dengan iman saja jiwa akan terbebas dari sifat-sifat buruk dan menghiasinya dengan sifat-sifat mulia. Segala beban derita akan terasa ringan dikala mencintai Allah SWT Sebagai perumpamaan dapat dillhat bagalmana anak kecil yang berumur 2 tahun menemukan kalung berlian. Mungkin kalung itu akan dimainkan dan dicampurkan dengan -tanah atau malah diplsah dari talinya. Hal ini terjadi karena mereka tidak tahu bahwa kalung berlian itu sesuatu yang berharga. Begitu juga dengan orang-orang yang tidak mengenal secara baik apa iman itu dan bagairnana harus memperlakukannya. (eramuslim)

Jasmani sehat, rohani kuat, ibadah giat penuh semangat


Ust. Suharsono LC
Ust. Suharsono LC

Ust. Suharsono LC
Anggota Dewan Syariah PKPU

lslam dengan segala kesempurnaannya mengajarkan seorang muslim agar senantiasa menjaga dan memanfaatkan kesehatan yang telah dlanugrahkan kepadanya. Karena sehat adalah nikmat dari Allah swt yang tak bisa dihitung dengan materi dan banyak orang melupakannya. Mereka akan lngat bahwa sehat itu nikmat ketika datang waktu sakit. Rasulullah saw pun mengingatkan hal itu kepada klta semua dengan tujuan agar kita senantlasa bersyukur atas nikmat tersebut. Beliau saw bersabda : ”Dua nikmat yang kebanyakan orang melalaikannya, nikmat sehat dan dan waktu Iuang."

Jasmani yang sehat akan mempengaruhi kekuatan rohani ketingglan maknawiyah ruhiyah yang menyebabkan ibadah menjadi giat penuh semangat. lnilah bukti bahwa Allah memberikan kesehatan bukan hanya untuk dinikmatl semata namunjuga dimanfaatkan untuk memaksimalkan ketundukkan dan ketaatan kita kepada Allah swr. Sementara yangjasmani tidak sehat atau dalam keadaan sakit ia tetap bisa beribadah hanya dlberikan kerlnganan dalam menunaikannya. l\/lisalnya sholat, bagi yang sehat, ia dapat menunaikannya keadaan sempurna yaitu berdiri dan melaksanakan semua syarat dan rukunnya. Sementara bagi yang sakit ia boleh untuk duduk dan jika masih tidak mampu boleh melaksanakannya dalam keadaan berbaring. Begitu juga dengan shaum atau puasa, hanya bagi yang sehatjasmaninya saja dapat berpuasa, sementara bagi yang sakit ia mendapatkan keringanan atau rukhsoh. 

Perhatian lslam terhadap kesehatan bukan sekedar teori-teori tentang urgensi dan manfaatnya saja tetapi juga dibuktikan dengan adanya hubungan antara ibadah yang dilakukan dengan manfaatnya dari sisi kesehatan, yaitu :

1. Menjaga kebersihan

Kebersihan dalam pandangan lslam bukan hanya sekedar bersih yang enak dipandang dan terhindar dari segala kotoran, tetapi bersih dalam pandangan lslam merupakan wujud dari kesucian dan cerminan iman. Berwudhu atau mandi adalah salah satu bukti perhatian lslam dalam menjaga kebersihan. Allah swt dan Rasul-Nya saw memerlntahkan kepada orang yang berlman ketika akan melaksanakan shalat agar bewudhu dengan mencuci kedua tangan, berkumur-kumur, istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung lalu mengeluarkannya kembali), mencuci muka dan kedua tangan, membasuh kepala dan ditutup dengan mencuci kedua kakl. Pakar kesehatan meneliti diantara manfaat isrinsyaq adalah meminimalisir terserang flu. Dan orang yang senantias menjaga kesuclannya aakan mendapatkan clnta dari Allah swt (2:222).

2. Konsumsi makanan halal

Faktor Iain dalam menjaga kesehatan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang halal dan baik. Konsumsi makanan halal dan balk bukan hanya bermanfaat balk kesehatan tetapijuga membawa keberkahan dan menjadi sebab amal dan doa kita diterima Allah swt. Bahkan makanan yang haram merupakan salah satu sebab amal dan doa tidak dlkabulkan Allah swt Dua hal tadi menunjukan sehat dalam lslam bukan hanya cerminan lisik tetapi berpengaruh terhadap optimalisasi dalam ibadah kepada Allah swt sehingga ruhiyah hubungan dekat dengan Allah swt. Oleh sebab itu menjaga kesehatan dengan niat agar optimal ibadah kepada Allah akan membawa manfaat dunia juga akhlrat.l

Hikmah Isra’ Mi'raj

Isra merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Mesjidil Aqsha di Jerusalem. Kemudian bermi'raj menuju langit ketujuh dan Sidratulmuntaha, arasy (takhta Tuhan), dan kursi (singgasana Tuhan), hingga menerima wahyu di hadirat Allah SWT Perjalanan ini mengandung perintah mendirlkan shalat lima waktu sehari dan semalam. Isra mi'raj terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah.

Peristiwa ini juga menunjukkan betapa pentingnya peranan masjid bagi kehidupan umat Islam. Ia merupakan tem pat berangkat sekaligus tempat Iepas Iandas bagl kebangkitah umat. Di masjid itulah umat Islam memulai segala aktivitasnya sekaligus menata kehidupan, seperti dilakukan dengan cemerlang oleh Rasulullah. "Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada-Nya dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapa pun) selaln kepada Allah." (QS 9: 18).

Sedangkan shalat yang merupakan perintah Iangsung dari Allah kepada Nabi ialah suatu bentuk komunikasi antara manusia dan Tuhan secara beriman serta meminta pertolongan kepada-Nya. Dengan demikian, seperti dituturkan oleh sejarawan Islam Mesir, Mohammad Husain Haekal: shalat bukan sekadar rukuk dan sujud, tanpa mengisi jiwa dan hati sanubari dengan iman. Jadi, shalat merupakan suatu ibadah yang harus dilakukan dengan ikhlas, demi Tuhan Cahaya Langit dan Bumi.

Orang mukmin yang beriman ialah yang menghadapkan seluruh kalbunya kepada Allah ketika ia sedang shalat, disaksikan oleh rasa takwa kepada-Nya, serta mencari pertolongan Allah dalam menunaikan kewajiban hidupnya.

Ia mencari petunjuk, memohonkan taufik Allah dalam memahami rahasia dan hukum alam ini. Orang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah di tengah ia shalat selalu akan merasa, dirinya adalah sesuatu yang kecil berhadapan dengan kebesaran Allah Yang Maha Agung.


Shalat juga merupakan salah satu bentuk kesamaan manusia di hadapan Allah, tanpa membedakan status social mereka. Kesamaan di hadapan Tuhan ini, akan menuju pada persaudaraan yang sebenarnya-benarnya. Sebab, semua orang dapat merasakan bahwa mereka sebenarnya bersaudara dalam beribadah kepada Allah dan hanya kepada-Nya mereka beribadah.

Persaudaraan demikian ini didasarkan kepada saling penghargaan yang sehat, renungan serta pandangan yang bebas seperti dianjurkan Alquran. Adakah kebebasan, persaudaraan, dan persamaan yang lebih besar selain umat ini di hadapan Allah? Semua menundukkan kepala kepada-Nya, bertakbir, rukuk, dan bersujud. Tiada perbedaan antara satu dan yang lain semua mengharapkan pengampunan, bertobat, dan mengharapkan pertolongan.

Tak adaperantara mereka ke Tu han kecuali amalnya yang saleh, dan menjauhkan diri dari segala bentuk kejahatan. Dalam situasi sekarang ini, persaudaraan yang demikian dapat membersihkan hati dari segala noda materi, dan menjamin kebahagiaan manusia agar dalam hidup ini kita tidak tergelincir ke jurang dosa. Begitu pentingnya nilai shalat hingga ia dapat mencegah manusia dari perilaku l<eji dan munkar, seperti difirmankanAllah.

“Sembahlah Allah, seolah-olah engaku melihatNya. Kalau engkau tidak bisa, (ingatlah) bahwa Allah melihat engkau. Hitunglah dlrimu termasuk orang yang hampir meninggal dunla dan jagalah dirlmu dari orang yang teraniaya, karena sesungguhnya doanya itu diperkenankan Allah," (HR Abu Na'im dari Zald bin Arkam).

Dalam Islam, sesuai dengan hadits Nabi Muhammad dl atas, kita diperlntahkan agar dalam setiap denyut kehidupan, klta merasakan kehadiran Allah SWT, yang selalu mengamati dan mengawasi tingkah laku dan segala perbuatan kita. Dan, ,inilah yang oleh Nabi disebut bagian dari keimanan seseorang terhadap Tuhannya.

Kesadaran itulah yang membuat Nabi Yusuf terhindar dari godaan Zulaeha. Ketika sedang -menggoda Nabi Yusuf a.s., Zulaeha menutupkan kaln ke atas wajah berhala yang biasa disembahnya. "Wahai Zulaeha, engaku malu di hadapan seonggok batu, maka tidakkah aku mesti malu di hadapan Dia yang menclptakan tujuh lapis dan bumi," kata Nabi Yusuf.

Dengan merasakan kehadiran-Nya setiap saat, kita akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama. Seorang pejabat, apa pun jabatannya, saat dllantik dan dlsumpah atas nama Allah, dia harus menyadari bahwa Allah bukan saja menyaksikan apa yang diucapkannya, tapi Dia pun akan meminta pertanggungjawaban atasjanjl yang diucapkan.

Menurut Islam, menepati janji mefupakan hal yang sangat prinsip. Tidak terhitung banyaknya ayat Al-Qur'an maupun hadist Nabi yang mewajibkan kita untuk menepatl janji. Bahkan Nabi seéara tegas mengkategorikan orang yangmengabaikan janji sebagai orang yang memiliki tanda-tanda kemunafikan. Nabi Muhammad sendiri secara cemerlang telah memegang teguh prinsip ini selama hidupnya. Tidak heran hingga beliau dijuluki Al-Amin (orang yang dipercaya). Bahkan gelar ini telah beliau sandang sejak masa sebelum Islam. Bagaimana dengan kita? Apakah akan terus melanggar janji kita kepada Allah SWT dan tujuan penciptaan kita yaitu untuk beribadah kepada-Nya?

Pernah suatu ketika, Abu Sofyan (sebelum masuk Islam) mengeluhkan tentang ajaran Nabi kepada Heracllus, yang menurutnya_telah membuat perpecahan di kalangan bangsa Quraisy. Petinggi kekaisaran Romawi itu bertanya kepadanya, "Apakah Muhammad pernah berbohong?”

Abu Sofyan dengan cepat menjawab, "Tak pernah, karena ia orangyang memegang amanat." Lalu Heraclius pun berkata, "Kalau terhadap masyarakatnya saja ia tidak pernah berbohong, apalagi terhadap Tuhannya."

Merasa sangat berat memegang amanat, Umar bin Abdul Aziz beberapa saat setelah dilantik menjadil khalifah berkata, "Setiap penguasa akan ditanyakan apa yang telah diperbuatnya untuk rakyatanya di hari kebangkitan. Karena itu, mereka tidak boleh menghianati kepercayaan rakyat.” Bagi orang yang beriman, godaan tak akan pernah menggoyahkan mereka. Karena mereka yang beriman akan selalu dllindungi oleh-Nya dalam segala keadaan. Hati mereka tenang, jernih, dan kuat menghadapi gejolak bagaimana pun. (Alwi Shahab)

JIHAD DAN PERANG



 


Arti kata Jihad sering disalahpahami oleh yang tidak mengenal prinsip-prinsip Din Islam sebagai 'perang suci' (holy war); istilah untuk perang adalah Qital, bukan Jihad.
Jihad dalam bentuk perang dilaksanakan jika terjadi fitnah yang membahayakan
eksistensi ummat (antara lain berupa serangan-serangan dari luar).

Pada dasar kata arti jihad adalah "berjuang" atau "ber-usaha dengan keras" , namun bukan harus berarti "perang dalam makna "fisik". Jika sekarang jihad lebih sering diartikan sebagai "perjuangan untuk agama", itu tidak harus berarti perjuangan fisik. Jika mengartikan jihad hanya sebagai peperangan fisik dan extern, untuk membela agama, akan sangat berbahaya , sebab akan mudah di-manfaat-kan dan rentan terhadap fitnah. Jika meng-artikan Jihad sebagai "perjuangan membela agama" , maka lebih tepat bahwa ber-Jihad adalah : "perjuangan menegakkan syariat Islam" . Sehingga berjihad haruslah dilakukan setiap saat, 24 jam sehari, sepanjang tahun, seumur hidup.

Jihad bisa berarti berjuang "Menyampaikan atau menjelaskan kepada orang lain kebenaran Ilahi atau bisa berjihad dalam diri kita sendiri", bisa saja berjihad adalah : "Memaksakan diri untuk bangun pagi dan salat Subuh , walau masih mengantuk dan dingin dan memaksakan orang lain untuk salat subuh dengan menyetel TOA mesjid dan memperdengarkan salat subuh." dan lain sebagainya.

Saat ini kerangka berfikir masyarakat tentang pengertian jihad hanyalah sebatas mengurusi syiar-syiar ibadah saja. Seperti halnya mempermasalahkan banyak orang yang tidak salat, padahal hal ini tidak murni dilakukan oleh prinsip seseorang, namun perlulah disadari bahwa setiap poin-poin syariat bukan sebatas harus dilakukan oleh perorangan tetapi oleh seluruh lapisan Islam di Jagad Raya. Karena perilaku seseorang terdapat pada nilai-nilai prosesi pembinaan terkait kelembagaan yang mengelola masyarakat. Dengan kata lain, sebetulnya kemerosotan moral masyarakat terbentuk oleh adanya sistem pemerintahan di dalam negeri yang sangat kuat berpengaruh pada setiap aspek kehidupan masyarakat. Contoh, kesenjangan ekonomi. Ekonomi adalah salah satu sektor yang dikuasai oleh pemerintahan. Hal ini mampu menyebabkan kerusakan pshychologis masyarakat jika sistem yang dijalankan adalah hasil buatan manusia yang sudah tentu tidak mampu mengatur semesta alam.

Hal di atas menyimpulkan bahwa Jihad harus mengkerucut pada penegakan Dien Islam di dunia. Sesuai dengan apa yang diajarkan oleh seorang tokoh revolusioner Islam, yakni Baginda Rosulullah Muhammad SAW. Juga berdasarkan Undang - Undang Allah yaitu Kitab Suci Al- Qur'an mengatakan bahwa " Allah mengutus RasulNya ( Muhammad ) dengan membawa petunjuk ( Al-Qur'an ) dan agama ( Dien/Sistem ) yang benar ( Islam ) untuk dimenangkannya di atas segala agama ( Dien/Sistem ), walaupun kaum musyrikin( Segolongan orang beridentitaskan Islam namun tidak mengakui syariat Islam bahkan secara halus memerangi Islam dengan Rezimnya, contoh ideologi Pancasila ) tidak menyukai.

Tiga Nasehat buat Kita


Rasulullah SAW pernah memberi tiga nasehat pada kedua sehabatnya yaitu Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:


“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR. Tirmidzi

Tiga pesan Rasulullah SAW tersebut layak untuk kita perhatikan karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan kita sehari-hari.

1- BERTAQWALAH  DIMANA SAJA
Definisi dari kata taqwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar dan Ubay bin Ka’ab ra. Suatu ketika sahabat Umar ra bertanya kepada Ubay bin Ka’ab apakah taqwa itu? Dia menjawab; “Pernahkah kamu melalui jalan berduri?” Umar menjawab; “Pernah!” Ubay menyambung, “Lalu apa yang kamu lakukan?” Umar menjawab; “Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan.” Maka Ubay berkata; “Maka demikian pulalah taqwa!”

Sedang menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya—Fi Zhilal al-Qur`an—taqwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati-hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.
Kalau ada suatu iklan minuman ringan: “Dimana saja dan kapan saja …”, maka nasehat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus bertaqwa dimana saja. Sedang perintah taqwa kapan saja terdapat dalam surat Ali Imron 102:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketaqwaan kita. Taqwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan dan harus usaha yang dilakukan harus ekstra keras. Akan sangat mudah ketaqwaan itu kita raih ketika kita bersama orang lain, tetapi bila tidak ada orang lain maka maksiyat dapat dilaksanakan. contoh, ketika kita berkumpul di dalam suatu majelis zikir, pikiran dan pandangan kita akan terjaga dengan baik. Tetapi ketika kita berjalan sendirian di suatu tempat perbelanjaan, maka pikiran dan pandangan kita bisa tidak terjaga. Untuk menjaga ketaqwaan kita dimanapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikat-Nya.

2 KEBAIKAN YANG MENGHAPUSKAN KESALAHAN
Setiap orang selalu melakukan kesalahan. Hari ini mungkin kita sudah melakukan kesalahan baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Oleh sebab itu, segera setelah kita melaksanakan kesalahan, lakukan kebaikan. Kebaikan tersebut dapat menghapuskan kesalahan yang telah dilakukan.

Untuk dosa yang merugikan diri sendiri, maka salah satu cara untuk menghapusnya adalah dengan bersedekah. Rasulullah SAW bersabda“sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api”. Maka ada orang yang ketika dia sakit maka dia akan memberikan sedekah agar penyakitnya segera sembuh. Hal ini dikarenakan segala penyakit yang kita miliki itu adalah karena kesalahan yang kita pernah lakukan.

Sedang dosa yang dilakukan terhadap orang lain maka yang perlu dilakukan adalah memohon maaf yang bagi beberapa orang sangat sulit untuk dilakukan. Padahal Rasulullah SAW selalu minta maaf ketika bersalah bahkan terhadap Ibnu Ummi Maktum beliau memeluknya dengan hangat seraya berkata “Inilah orangnya, yang membuat aku ditegur oleh Allah… (QS. Abasa)”. Setelah minta maaf kemudian bawalah sesuatu hadiah atau makanan kepada orang tersebut, maka kesalahan tersebut insya Allah akan dihapuskan.

3- AKHLAQ YANG TERPUJI
Akhlaq yang terpuji adalah keharusan dari setiap pribadi seorang muslim. Tak memiliki akhlaq tersebut akan dapat mendekatkan seseorang dalam siksaan api neraka. Dari beberapa jenis akhlaq kita terhadap orang lain, yang perlu kita diperhatikan adalah akhlaq terhadap tetangga.

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan menyakiti tetangganya.” (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Majah)

Dari Abu Syuraih ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda bahwa: “Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman, Demi Allah seseorang tidak beriman.” Ada yang bertanya: “Siapa itu Ya Rasulullah?”Jawab Nabi: “Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.”(HR. Bukhari)

Dari hadits tersebut diatas, peringatan Allah sangat keras , bahkan sampai diulangi tiga kali yaitu tidak termasuk golongan orang beriman bagi tetangganya yang tidak aman dari gangguannya. Maka terkadang pula kita perlu instropeksi dengan bertanya kepada tetangga apakah kita mengganggu mereka.
Wallahua’lam bish showab.