Tampilkan postingan dengan label sportsnews. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sportsnews. Tampilkan semua postingan

Agung Supriyanto, Tentara Lini Depan Timnas U-22


Gol pertama Agung untuk timnas di laga melawan Timor Leste, dipersembahkan untuk orang tua, para komandan, serta masyarakat pendukungnya.

Timnas Garuda Muda yang turun di ajang kualifikasi Piala Asia AFC U-22 Grup E di Stadion Utama Riau, 5-15 Juli, hingga pertandingan ketiga tampak tetap solid dan menuai hasil positif.

Solidnya personel timnas ini bukan hanya terlihat di lapangan, tapi juga di luar lapangan. Meski berbeda karakter dan latar belakang, mereka nyatanya tetap saling mendukung dan memberi motivasi.

Seperti misalnya yang dijalani oleh Agung Supriyanto. Pemain dengan posisi striker ini terlihat tidak canggung bergabung dengan Andik Vermansyah dan kawan-kawan, meski dirinya mempunyai latar belakang yang berbeda yaitu dari militer.

Ya, pemain dengan nomor punggung 18 ini adalah prajurit TNI AD dari Kesatuan Rindam 3 Siliwangi, dengan pangkat Sersan Dua (Serda). Meski merupakan seorang prajurit, pria kelahiran Jepara ini terlihat cukup tenang dan cair dalam bergaul dengan pemain maupun ofisial timnas.

"Meski seorang prajurit, saya tidak ingin menunjukkan sebagai (anggota) TNI di hadapan mereka. Yang jelas, kami semua dalam tim yang solid dan hubungannya harmonis," kata Agung.

Menurut Agung, sebagai prajurit TNI, sebenarnya ada banyak hal yang bisa mendukung kariernya di klub PPSM KN Magelang maupun timnas U-22. Di antaranya adalah dalam hal pembentukan karakter dan masalah kedisiplinan.

Anak dari pasangan Purbono dan Kasmirah ini mengaku, menjadi pemain sepak bola sendiri merupakan cita-citanya sejak kecil. Berkat ketekunan dalam berlatih, dia pun lantas bisa masuk ke klub yang dilatih oleh pelatih senior Danurwindo, serta akhirnya bisa juga memperkuat timnas.

"Akhirnya cita-cita kecil saya kesampaian. Saya sangat bersyukur dengan pencapaian ini. Ini adalah awal untuk (berprestasi) jauh lebih baik," ungkap laki-laki kelahiran 14 Juni 1992 itu.

Kerja keras pemain yang pernah membela klub Persijap Jepara U-21 itu memang telah mulai membuahkan hasil. Sebagai pemain yang mempunyai karakter striker murni, dia menciptakan gol pertamanya bagi timnas Garuda Muda saat menghadapi Timor Leste, pada Sabtu (7/7) lalu, yang berkesudahan 2-0 untuk kemenangan Indonesia.

"Gol pertama ini saya persembahkan untuk orang tua, komandan-komandan saya, serta masyarakat yang telah mendukung saya," kata pengagum Bambang Pamungkas dan Ronaldo (Brazil) tersebut.
Koleksi gol Agung sendiri kini masih berpeluang bertambah, karena Garuda Muda di kualifikasi Piala Asia AFC U-22 masih menyisakan dua pertandingan, yaitu melawan Jepang dan Singapura. Saat ini, timnas Indonesia sendiri berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan enam poin dari tiga pertandingan.

Ya, langkah Agung di kancah sepak bola Indonesia pun masih panjang. Dengan usia cukup muda yaitu 20 tahun, dia juga punya peluang besar untuk bisa memperkuat timnas senior Indonesia, maupun bergabung dengan klub idolanya yaitu Persija Jakarta, yang antara lain diperkuat Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan.

Cesc: Yang Bilang Spanyol Membosankan Tak Paham Bola


Cesc: Yang Bilang Spanyol Membosankan Tak Paham Bola 
KIEV,  Gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, mengatakan, orang yang menilai permainan timnya membosankan tidak mengerti sepak bola.

Hal itu berkaitan dengan kemenangan Spanyol 4-0 atas Italia di final Piala Eropa, di Kiev, Minggu (1/7/2012). Spanyol pun menjadi tim pertama yang menjuarai tiga ajang besar berturut-turut. Sebelumnya, mereka menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Beberapa tokoh sepak bola, misalnya legenda sepak bola Italia, Gianluca Vialli dan kiper Gianluigi Buffon, menilai Spanyol tampil menghibur dan lebih baik dari Italia di laga final itu.

Sebelumnya, sejumlah kalangan menilai, permainan penguasaan bola Spanyol membuat pertandingan berjalan satu arah dan seringkali memaksa lawan bertahan, sehingga tak banyak peluang tercipta.

"Ini sangat sangat luar biasa. Ini adalah salah satu hari terbaik dalam hidupku. Menurutku, kami tak menyadari apa yang telah kami lakukan. Namun, seiring berjalannya waktu, kami akan melihat apa yang telah kami lakukan," ujar Fabregas.

"Apakah kami membosankan? Orang yang berpikir kami membosankan, menurutku, tidak mengerti sepak bola," tambahnya.

Buffon: Spanyol Terlalu Superior

Buffon: Spanyol Terlalu Superior 
KIEV,  Kapten timnas Italia, Gianluigi Buffon, mengapresiasi penampilan Spanyol setelah mampu mengalahkan timnya di babak final Piala Eropa 2012, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Kiper berusia 34 tahun itu menilai, "La Furia Roja" pantas menyabet gelar tersebut.

Spanyol berhasil menjadi kampiun Eropa setelah mengalahkan Italia 4-0. Empat gol tim asuhan Vicente del Bosque itu dicetak oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.

"Mereka (Spanyol) terlalu superior sehingga penyesalan atas kekalahan ini tidak begitu besar. Ketika bertemu tim dengan kekuatan seperti ini, Anda akan bisa lebih menerima kekalahan ini," ujar Buffon seperti dilansir Football Italia.
"Kami telah menjalani turnamen yang hebat dan ini adalah perjalanan yang indah. Jelas, Anda akan menginginkan kemenangan ketika mencapai final, tetapi malam ini kami bertemu dengan tim yang sangat kuat," katanya lagi.

Buffon menuturkan, secara keseluruhan dirinya puas atas penampilan Italia dalam turnamen kali ini. Menurut kiper Juventus ini, raihan partai puncak "Gli Azzurri" merupakan prestasi yang tidak dapat dianggap remeh dan harus juga dihargai oleh sejumlah pihak.

"Kami ingin berterima kasih kepada para fans karena mereka tidak pernah meninggalkan kami dan tetap memberikan rasa bangganya. Memang saat kami bertemu dengan tim yang lebih kuat, Anda harus memberinya kredit lebih," ucap Buffon.

Torres Raih "Sepatu Emas"

Torres Raih "Sepatu Emas" 
KIEV, Fernando Torres meraih penghargaan sepatu emas Piala Eropa 2012. Satu golnya di laga final melawan Italia, Minggu atau Senin (2/7/2012), membuat striker Chelsea tersebut total telah menorehkan tiga gol selama turnamen ini berlangsung.

Selain Torres, ada lima pemain lain yang mencetak tiga gol, sepanjang turnamen ini, yaitu Mario Gomez (Jerman), Alan Dzagoev (Rusia), Mario Mandzukic (Kroasia), Mario Balotelli (Italia), dan Cristiano Ronaldo (Portugal). Akan tetapi, seperti dilansir UEFA, jika ada beberapa pemain dengan jumlah gol sama, penentuan peraih sepatu emas ditentukan dengan melihat jumlah assist dan jam jumlah menit bermain.
Torres bermain dengan jumlah menit paling sedikit dibanding pencetak tiga gol lainnya. Artinya, rata-rata gol Torres lebih baik dibandingkan pencetak tiga gol lainnya. Torres berada di peringkat pertama dengan lama menit bermain hanya selama 189 menit.

Berikut urutan daftar pencetak gol terbanyak Piala Eropa 2012:
1. Fernando Torres (Spanyol) - 3 Gol, 1 assist, 189 menit
2. Mario Gomez (Jerman) - 3 Gol, 1 assist, 282 menit.
3. Alan Dzagoev (Rusia) - 3 Gol , 253 menit.
4. Mario Mandzukic (Kroasia) - 3 Gol, 270 menit.
5. Mario Balotelli (Italia) - 3 Gol, 421 menit.
6. Cristiano Ronaldo (Portugal) - 3 Gol, 480 menit.

Casillas: Spanyol Dikritik karena Standarnya Tinggi

Casillas: Spanyol Dikritik karena Standarnya Tinggi 
KIEV, KOMPAS.com - Penjaga gawang Spanyol, Iker Casillas, berkata, timnya telah menciptakan standar permainan sangat tinggi sehingga sedikit saja tampil di bawah standar, timnya akan mendapat kritik.

Hal itu berkaitan perjalanan Spanyol di Piala Eropa 2012, yang berakhir dengan kemenangan Spanyol 4-0 atas Italia, di final, di Kiev, Minggu (1/7/2012).

Performa Spanyol di final mengundang pujian dari berbagai pihak, tetapi itu tak berarti perjalanan mereka selalu mulus sejak awal. Sebelum final, sejumlah kalangan menilai permainan penguasaan bola Spanyol membuat duel berjalan satu arah, sehingga tak banyak peluang tercipta.

"Kritik akan selalu datang karena kami menciptakan standar sangat tinggi, sehingga ketika bermain satu level di bawah standar itu, Anda akan mendapat kritik," ujar Casillas.

"Anda mungkin berpikir bahwa kemenangan 4-0 atas Italia berarti pertandingan tadi mudah, tetapi kami mengalami kemajuan secara bertahap seiring berjalannya waktu selama turnamen ini," tambahnya.

Bantai Italia 4-0, Spanyol Juara Eropa

 
KIEV,  Spanyol tampil garang dalam final Piala Eropa sekaligus memastikan diri sebagai kampiun Eropa setelah berhasil menaklukan Italia 4-0 dalam final Piala Eropa 2012 di Stadion Olympiade Kiev, Ukraina, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB. Empat gol kemenangan "La Furia Roja" dicetak oleh David Silva, Jordi Alba, Fernando Torres, dan Juan Mata.

Kedua tim memulai permainan dengan tempo lambat sejak menit-menit awal. Spanyol dengan taktik tiki-taka, mampu mengurung pertahanan Italia. Xavi Hernandez membuka peluang pertama bagi Spanyol pada menit ke-10. Namun, bola tendangan kerasnya berawal dari kerja sama apik dengan Cecs Fabregras di luar kotak penalti masih melayang tipis di atas mistar gawang Italia.

Empat menit berselang, Spanyol akhirnya mampu mengubah skor lebih dulu berkat gol Silva pada menit ke-14. Berawal dari umpan Xavi Hernandez, Andres Iniesta lalu melepaskan umpan terobosan kepada Fabregas. Lolos dari jebakan offside, Fabregas kemudian menusuk jantung pertahanan dan melepaskan umpan tarik yang langsung disambar sundulan Silva. Bola sundulan Silva masuk ke dalam gawang, 1-0 untuk Spanyol.

Tertinggal satu gol, Italia tak tinggal diam. Mario Balotelli hampir saja menyamakan kedudukan melalui sundulan, jika umpan silang Federico Balzaretti tidak mampu ditepis oleh kiper Iker Casillas pada menit ke-27.

Memasuki pertengahan babak pertama, Spanyol lebih banyak bertahan. Sementara, Italia terus mencoba membongkar pertahanan Gerard Pique dan kawan-kawan. Antonio Cassano mendapat peluang pada menit ke-29. Sayang, tendangan penyerang AC Milan itu masih lemah dan bola mampu diantisipasi dengan mudah oleh Casiilas.

Empat menit berselang, lagi-lagi Casillas kembali tampil gemilang. Kali ini, kiper Real Madrid itu mampu menahan bola hasil tendangan keras Ignazio Abate dari luar kotak penalti pada menit ke-33 dengan sangat baik.

Kombinasi Andrea Pirlo dan Riccardo Montolivo terus mengurung pertahanan Spanyol hingga menit-menit akhir babak pertama. Terus menyerang, "Gli Azzurri" kehilangan konsentrasi di lini belakang. Akhirnya, hal itu mampu dimanfaatkan Spanyol untuk mencetak gol keduanya melalui Alba pada menit ke-42. Menerima umpan terobosan matang dari Xavi, Alba kemudian melepaskan tendangan mendatar terarah tanpa mampu diantisipasi Buffon.

Selepas turun minum, Italia langsung menekan pertahanan Spanyol. Pemain pengganti, Antonio Di Natale, mendapat kesempatan emas setelah lolos offside pada menit ke-51. Akan tetapi, bola tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti masih dapat diantisipasi sangat baik oleh Casillas.

Tempo permainan melambat pada pertengahan babak kedua. Italia tampak kesulitan menembus pertahanan Spanyol. Sementara, tim asuhan Vicente Del Bosque itu, lebih banyak memainkan bola di lapangan tengah, sambil sekali-sekali melakukan serangan berbahaya dari sisi sayap.

Memasuki sepuluh menit terakhir, Italia terlihat semakin frustasi karena tak mampu menembus benteng pertahanan Spanyol. Hal itu kemudian dimanfaatkan oleh Iniesta dan kawan-kawan untuk mengambil alih permainan.

Pada menit ke-84, akhirnya pemain pengganti Fernando Torres semakin memupuskan harapan Italia setelah mampu menambah keungulan Spanyol 3-0. Menerima umpan dari Xavi, striker Chelsea itu, lolos offside dan kemudian langsung melepaskan tendangan terarah ke pojok kiri gawang tanpa mampu diantisipasi Buffon.

Dua menit menjelang akhir pertandingan, pemain pengganti, Juan Mata menggenapi skor menjadi 4-0 untuk keunggulan Spanyol setelah mampu memaksimalkan umpan Torres. Skor itu pun bertahan hingga akhir laga dan menjadikan Spanyol sebagai juara Eropa.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Spanyol menguasai bola sebanyak 52 persen dan melepaskan sembilan tembakan akurat dari 14 kali tembakan ke arah gawang.  Adapun Spanyol menciptakan enam peluang emas dari 11 percobaan.

Susunan Pemain:
Spanyol (4-3-3): 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba, 17-Alvaro Arbeloa; 16-Sergio Busquets, 14-Xabi Alonso, 8-Xavi; 6-Andres Iniesta, 10-Cesc Fabregas (9-Fernando Torres 75), 21-David Silva (7-Pedro Rodríguez 58).

Italia (4-1-3-2):
1-Gianluigi Buffon, 7-Ignazio Abate, 15-Andrea Barzagli, 9-Leonardo Bonucci, 3-Giorgio Chiellini (6-Federico Balzaretti 21), 8-Claudio Marchisio, 21-Andrea Pirlo, 16-Daniele De Rossi, 18-Riccardo Montolivo (5-Thiago Motta 56), 10-Antonio Cassano (11-Antonio Di Natale 45), 9-Mario Balotelli.

Wasit: Pedro Proenca (Portugal)

Guardiola Terpukau Aksi Messi Cilik Indonesia Tristan Alif

 Guardiola Terpukau Aksi Messi Cilik Indonesia Tristan Alif
Mantan pelatih Barcelona Josep 'Pep' Guardiola memberikan pujian kepada pemain sepakbola cilik asal Indonesia, Tristan Alif Naufal dalam acara Sportaculer Edisi Spesial 'Pep' Guardiola, Sabtu (30/6/2012), di lobi depan RCTI Jakarta.

Di kesempatan itu Tristan menampilkan keahlian menjuggling bola. "Melihat kemampuan bermain bola yang dia mainkan, Barcelona bisa saja memberi tawaran kepadanya,"ujar Guardiola.

Tristan Alif Naufal dijuluki Lionel Messi Kecil ala Indonesia. Ia mendapat kesempatan untuk mengenyam ilmu sepakbola di International Football Academy. Di umur yang masih tujuh tahun, Tristan sudah dilirik beberapa klub besar Eropa, salah satunya  Liverpool.

Guardiola memberikan nasihat kepada Tristan dan pemain muda lain untuk terus berlatih.
"Jika latihan telah dilakukan dengan baik, maka suatu saat permainan dia akan berkembang,"tuturnya.

Video Tristan
  

Catatan Jelang Spanyol vs Italia

Catatan Jelang Spanyol vs Italia

Italia secara mengejutkan melaju ke Final Piala Eropa 2012 setelah mengalahkan Jerman di semi final. Mengejutkan karena Jerman dijagokan orang banyak akan masuk final bertemu dengan Spanyol.

Tapi melihat permainan Italia sejak dari penyisihan grup hingga semi final, anak buah Cesare Prandelli memang layak masuk final.

Lalu apakah otomatis Gli Azzuri bakal mengalahkan Spanyol? Bisa saja. Tapi belum tentu juga jika Vicente del Bosque bisa menerapkan taktik yang tepat.

Sebelum menonton partai final yang akan digelar di Stadion Olympic, Kiev, Minggu (1/7) malam waktu setempat atau Senin (2/7) dinihari WIB, berikut catatan sejarah pertemuan kedua tim seperti yang dimuat di Yahoo! Eurosport:

1. Final Piala Eropa 2012 akan menjadi final keempat yang mempertemukan kedua tim dari grup yang sama di awal turnamen. Yang tiga lainnya adalah Final Euro 1988 (Belanda vs Uni Soviet), Euro 1996 (Jerman vs Republik Ceko) dan Euro 2004 (Portugal vs Yunani).

2. Italia dan Spanyol sudah bertemu sebanyak 31 kali sepanjang sejarah. Italia unggul catatan rekor dengan 10 kali menang, lalu Spanyol delapan kali dan12 laga lainnya berakhir imbang.

3. Italia belum pernah kalah dari Spanyol di ajang-ajang resmi (tidak termasuk adu penalti), dengan catatan tiga kali menang dan empat kali seri. Tapi La Furia Roja pernah menyingkirkan Gli Azzuri di perempat final Euro 2008 dengan kemenangan 4-2 lewat babak adu penalti setelah bermain 0-0 selama 120 menit.

4. Cesare Prandelli sudah dua kali menghadapi Spanyol sebagai pelatih kepala Italia. Hasilnya? Satu kali menang (2-1) di laga persahabatan pada Agustus 2011 dan imbang (1-1) di penyisihan Grup C Euro 2012.

5. Spanyol menjadi negara kedua yang tiga kali berurutan melaju ke final turnamen besar (Euro 2008, Piala Dunia 2010 dan Euro 2012). Negara pertama adalah Jerman Barat (Euro 72, Piala Dunia 74 dan Euro 1976).

6. Spanyol belum pernah kebobolan lebih dari satu gol dalam 900 menit pertandingan mereka di turnamen-turnamen besar.

7. Spanyol bisa mencetak sejarah baru menjuarai Piala Eropa dua kali berturut-turut.

8. Spanyol memenangi 75 persen final turnamen besar (tiga dari empat final).

9. Italia sudah pernah merasakan sembilan final turnamen besar. Tiga final Piala Eropa dan enam final Piala Dunia. Gli Azzuri memenangi 63 persen dari sembilan final itu.

10. Spanyol adalah tim dengan pertahanan terkuat di Euro 2012. Baru satu gol bersarang di gawang Iker Casillas.

11. Spanyol selalu mendominasi penguasaan bola di tujuh pertandingan Piala Dunia 2010 dan lima laga di Piala Eropa 2012.

12. Italia dan Spanyol adalah tim dengan jumlah tembakan terbanyak di Euro 2012. Italia 99 kali dan Spanyol 86 kali.

13. Italia sudah 15 kali mendapat kartu kuning di Euro 2012, Spanyol baru 10 kali.

14. Italia belum terkalahkan di 15 pertandingan selama dilatih Cesare Prandelli. 10 kali menang dan lima kali seri.

15. Lima pemain Spanyol (Xavi, Xabi Alonso, Sergio Busquets, Andres Iniesta dan Sergio Ramos) rata-rata sudah melepaskan umpan lebih banyak dari Andrea Pirlo. Pirlo sudah 320 kali mengumpan dan menjadi yang paling banyak di Italia.

16. Mario Balotelli menjadi pemain yang paling banyak menembak tepat ke arah gawang di Euro 2012 yaitu 10 kali.

Balotelli, Selebrasi Gol, dan King Kong

 Balotelli, Selebrasi Gol, dan King Kong
Mario Balotelli, pemain yang dikenal acap kali melakukan tindakan "nyeleneh” di dalam lapangan atau di luar lapangan, kembali melakukan aksi yang mengundang perhatian. Jutaan pasang mata tertuju padanya ketika beraksi dalam laga Italia melawan Jerman dalam laga semifinal Euro 2012 di Stadion Nasional, Jumat dini hari.

Pemain bernomor 9 itu tampil memukau dengan mencetak dua gol ke gawang Neuer. Dua golnya tercipta lewat proses yang spektakuler. Namun selebrasi golnya lebih sensasional. Terutama selebrasi gol keduanya kala ia melepaskan tendangan jarak jauh.

Selebrasi mencetak gol tentu menjadi hiburan tersendiri bagi para pemain dan penonton. Beberapa pemain juga memiliki ciri khas tersendiri. Balotelli pun juga memiliki ciri khas. Di Manchester City ia lebih sering tanpa ekspresi setelah mencetak gol, tersenyum pun tidak. Yang paling fenomenal adalah selebrasinya dengan baju bagian dalam yang bertuliskan »Why Always Me?”

Namun kali ini ia begitu emosional setelah mencetak gol. Gol pertama ia rayakan dengan berteriak sambil menarik-narik kaus bagian depannya. Sementara gol keduanya dirayakan dengan melepas baju sembari berdiri tegak dengan memamerkan otot-ototnya.

FIFA sendiri sudah mengeluarkan aturan, bahwa pemain yang melakukan selebrasi dengan menanggalkan kostumnya akan diganjar kartu kuning karena dianggap berlebihan. Balotelli pun akhirnya dihadiahi kartu kuning oleh wasit Stephan Lennoy.

Balotelli tak menjelaskan alasan selebrasinya itu. Ia justru menjelaskan bahwa rekan setimnya cemburu setelah melihat tonjolan otot tubuhnya. »Mereka tidak marah karena aku diganjar kartu kuning setelah melepas kostum,” kata Balotelli. »Mereka justru merasa iri setelah melihat tubuh saya.”

Sebelumnya Balotelli merayakan golnya ke gawang Republik Irlandia dengan aksi yang condong arogan. Ia menunjuk sekeliling stadion sambil berbicara, tapi aksinya keburu ditahan Leonardo Bonucci. Hal tersebut tak lepas dari aksi fans Irlandia yang menyorakinya ketika memasuki lapangan.

Aksi buka kostum Balotelli mengundang banyak tanya karena terkait dengan gambar kartunnya pada salah satu surat kabar Italia. Pemain berusia 21 tahun itu digambarkan sedang menaiki Big Ben, seperti adegan di film King Kong yang memanjat Gedung Empire State di New York.

Apakah selebrasi Balotelli menjawab gambar King Kong-nya? Atau Balotelli mengklaim lebih kuat daripada King Kong, seekor binatang fiksi gorilla yang bertubuh raksasa? Tapi sepertinya Balotelli tak mempedulikan soal gambarnya itu.

Mantan pemain Internazionale Milan itu lebih mengutamakan soal golnya yang dipersembahkan untuk ibunya. »Saya menghampiri ibuku pada akhir pertandingan. Itu adalah momen terbaik,” ujar Balotelli. »Saya mengatakan kepada ibu bahwa gol-gol itu untuknya.”

Del Bosque Berpeluang Catat Sejarah


Del Bosque Berpeluang Catat Sejarah
Pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque (REUTERS/Sergio Perez)
Selangkah lagi pelatih Spanyol, Vicente Del Bosque akan menorehkan namanya dalam sejarah. Jika sanggup mengalahkan Italia, Minggu 1 Juli 2012 (Senin dini hari WIB), dia akan menjadi pelatih pertama yang sanggup menjuarai 3 titel bergengsi yakni Liga Champions, Piala Dunia, dan Piala Eropa.

Del Bosque sukses membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions musim 1999-00 dan 2000-01. Tangan dingin pria 61 tahun ini berlanjut saat menangani timnas Spanyol sejak 2008.

Saat itu La Furia Roja baru saja menjuarai Piala Eropa 2008. Namun di Piala Dunia mereka belum pernah menjadi juara. Del Bosque akhirnya sukses membawa trofi Piala Dunia 2010 untuk Spanyol, dengan mengalahkan Belanda 1-0 di partai final.

Hasil apik di Piala Dunia itu membawa Del Bosque sejajar dengan Marcelo Lippi sebagai pelatih yang sanggup menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia.

Del Bosque rupanya masih sanggup membawa kejayaan Spanyol di Piala Eropa 2012. Dia sukses membawa La Furia Roja ke partai final. Dia juga berpeluang membantu timnas Spanyol mencatat sejarah.

Jika Spanyol mengalahkan Italia, mereka akan menjadi tim pertama yang sanggup mempertahankan Piala Eropa. Spanyol juga akan menjadi satu-satunya tim yang sukses menjuarai tiga turnamen besar secara beruntun (Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012). (irb)

Skandal Yang Membawa Berkah, Membawa Italia Tantang Spanyol

Skandal Yang Membawa  Berkah, Membawa Italia Tantang Spanyol
timnas italia (REUTERS/Tony Gentile )
Italia sukses melangkah ke final Piala Eropa 2012 dan berhak menantang sang juara bertahan Spanyol. Olympic Stadium di Kota Kiev, Ukraina pada Minggu 1 Juli 2012, akan menjadi saksi tim mana yang pantas menyandang status terbaik di Benua Biru.

Spanyol memulai turnamen ini sebagai tim favorit juara. Kontrasnya, sang lawan, Italia justru tak banyak diunggulkan akan mampu tampil sebagai kampiun. Maklum, sebelum turnamen bergulir, performa Italia sangat fluktuatif. Ditambah dengan terkuaknya skandal pengaturan skor yang kembali mencoreng sepakbola negara semenanjung itu.

Namun, Italia kembali menunjukkan sebagai negara spesialis turnamen. Di Polandia dan Ukraina, Azzurri menjelma menjadi raksasa yang sulit ditaklukkan. Dan Jerman yang notabene nya menyandang tim favorit menjadi korban terakhir Mario Balotelli dan kawan-kawan. Jerman ditekuk Italia 2-1 di laga semifinal.

Namun jika ada yang beranggapan skandal pengaturan skor menjadi salah satu masalah yang merusak konsentrasi Italia, berarti tidak mengetahui sejarah Italia. Tidak bisa disangkal jika skandal kerap menjadi seperti keberuntungan bagi Italia menjalani turnamen resmi.

Tercatat, Italia dua kali sukses merengkuh gelar bergengsi kala dililit skandal seperti ini. Kesuksesan pertama terjadi di Piala Dunia 1982. Skandal suap yang membuat tim elit Italia, AC Milan degradasi ke Serie B justru membuat Italia tampil garang dan merengkuh gelar juara Piala Dunia.

Kesuksesan kedua terjadi pada Piala Dunia 2006. Italia yang kembali diterpa skandal suap yang membuat Juventus terdegradasi, mampu tampil dominan dengan menekuk Prancis di laga puncak. Dan tampaknya sejarah kembali terulang di tahun ini.

Sebelum berangkat ke Polandia dan Ukraina, Italia diterpa kasus tidak sedap terkait skandal suap yang melibatkan sejumlah klub dan pemain. Tapi hal itu justru membuat Italia bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dengan melibas lawan-lawan yang menghadang sejak babak penyisihan.

Layak disimak apakah skandal memang menjadi keberuntungan Italia saat menghadapi Spanyol di turnamen kali ini. Yang jelas, dengan adanya skandal, pelatih Cesare Prandelli dan pasukannya kini justru makin pede menantang La Furia Roja di partai puncak.

"Spanyol merupakan tim yang difavoritkan dan lebih konsisten. Tapi kami juga berada di final. yang terpenting sekarang, semua orang harus menunjukkan rasa hormat ketika berbicara tentang Italia," kata Prandelli dilansir Soccerway.

Spanyol Pantas Menyesal Tak Singkirkan Italia di Fase Grup

Menariknya, Spanyol dan Italia sama-sama datang dari grup yang sama yakni Grup C. Dan Spanyol sebenarnya punya peluang mencoret Italia di fase penyisihan grup. Namun, kesempatan itu tak diambil pasukan Vicente del Bosque dan justru lebih memilih 'membantu' Italia lolos ke fase berikutnya.

Pada dua laga pertama, Italia hanya mampu bermain imbang dengan Spanyol dan Kroasia. Sehingga mereka berada di posisi tiga klasemen sementara dengan raihan poin 2 dari dua pertandingan. Nasib lolos tidaknya Italia ditentukan oleh pertandingan Spanyol melawan Kroasia di laga terakhir grup.

Saat itu, Spanyol dan Kroasia hanya perlu hasil imbang untuk sama-sama lolos ke perempatfinal. Namun, Spanyol enggan 'main mata' dengan memilih membungkam Kroasia 1-0. Sementara Gli Azzurri berhasil mengalahkan Republik Irlandia dengan skor 2-0.

Italia pun menempati runner up klasemen akhir Grup C dengan poin 5, menyingkirkan Kroasia yang hanya meraih poin 4 dan berhak menemani Spanyol yang menduduki juara grup dengan torehan poin 7. Namun pelatih Spanyol, Vicente del Bosque mengaku tak menyesal telah 'membantu' Italia.

"Kami tidak pernah menyesal melewatkan kesempatan mengeluarkan Italia dari kompetisi ini. Kami juga tidak menyesali kemenangan atas Kroasia di babak grup (19 Juni lalu)," kata pelatih yang sukses membawa Spanyol sebagai kampiun Piala Dunia 2010 lalu.

Del Bosque boleh masih pede akan mampu mengatasi Italia di partai puncak. Namun, tak dipungkiri ia juga pasti akan menyesal jika Italia, tim yang telah dibantunya, justru akan menjadi pengganjal ambisi mereka menjadi satu-satunya tim yang sukses mempertahankan trofi Henry Delaunay.

"Kami punya dua hari untuk menemukan cara terbaik agar bisa mengalahkan mereka. Saya pikir pertandingan nanti peluangnya 50:50," kata Del Bosque.

Italia sendiri punya kualitas untuk mengganjal ambisi La Furia Roja di turnamen empat tahunan ini. Hal itu juga diakui Prandelli yang tampak pede akan mampu mengimbangi Spanyol di partai puncak nanti.

"Spanyol? Mereka jelas tim favorit terutama dalam hal pengalaman dan kualitas, tetapi kami siap bertarung dengan mereka. Kami telah menunjukkan respek dan kebanggaan saat mengenakan kostum ini," kata Prandelli.

Status juara bertahan dan kualitas individu pemain memang menempatkan Spanyol sebagai unggulan. Namun, menilik dari sejarah pertemuan, Italia justru berbalik lebih unggul. Dari tujuh pertemuan di kompetisi resmi internasional, Spanyol tercatat hanya sekali meraih kemenangan yakni di Piala Eropa 2008. Saat itu, tim Matador menaklukkan Italia di laga perempat final lewat drama adu penalti.

Sedangkan Italia mengantongi tiga kemenangan yakni di Piala Dunia 1934 (1-0), Piala Eropa 1988 (1-0) dan Piala Dunia 1994 (2-1). Sementara tiga pertemuan sisanya berakhir imbang, termasuk di Piala Eropa kali ini. Di laga pertama penyisihan Grup C, 10 Juni lalu, Spanyol dan Italia bermain imbang 1-1.

Final kali ini merupakan yang keempat bagi Spanyol dan ketiga untuk Italia di ajang Piala Eropa. Spanyol sudah mengantongi dua trofi juara yakni di tahun 1964 dan 2008, sedangkan Italia baru sekali mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Benua Biru pada 1968 silam.

Italia Punya Senjata Super Mario
Selain nama gelandang Andrea Pirlo yang dianggap sebagai roh permainan, Italia punya senjata mematikan di barisan depan. Dialah 'si anak bengal' Mario Balotelli. Striker Manchester City ini akan menjadi kartu joker Italia.

"Kami tidak takut menghadapi Spanyol dan ball possession mereka. Kami sudah pernah mencetak gol ke gawang mereka, kami juga sama kuatnya dengan mereka," kata Balotelli dilansir situs UEFA.

Balotelli pantas pede menghadapi Spanyol. Terlebih striker berdarah Ghana ini kini tengah berpeluang meraih tiga gelar di Polandia dan Ukraina ini. Gelar pertama tentu saja juara Eropa. Italia berpeluang besar meraih menjadi kampiun untuk kali kedua setelah pada 1968.

Gelar kedua yang sangat potensial didapatkan Balotelli yakni Top Scorer. Sampai saat ini, striker 21 tahun ini telah mengoleksi 3 gol. Dan Balotelli nyaris tanpa saingan setelah rival terdekatnya, Mario Gomez yang juga telah mengoleksi 3 gol takkan bermain lagi menyusul tersingkirnya Der Panzer.

Maklum, Piala Eropa tak mementaskan perebutan posisi 3. Sejauh ini, pengoleksi 3 gol selain Balotelli dan Gomez yakni Cristiano Ronaldo (Portugal), Mario Mandzukic (Kroasia) dan Alan Dzagoev (Rusia). Tiga nama terakhir juga sudah tak bermain.

"Gelar Top Scorer? Kita lihat saja nanti, karena saya memang sangat ingin mencetak gol di final," kata Balotelli kepada Soccerway. "Tapi, saya tak peduli apakah bisa mencetak gol atau tidak di final nanti. Karena saya hanya ingin membawa Italia menjadi juara."

Peluang terakhir Balotelli yakni untuk mendapatkan gelar Pemain Terbaik. Satu gol striker Manchester City ke gawang Republik Irlandia yang mengantarkan Italia ke babak perempat final, ditambah dua gol Super Mario di semifinal membuatnya masuk nominasi Pemain Terbaik.

Karena itu boleh dibilang, Balotelli menjadi pemain penentu di laga-laga menentukan. Dan ia sangat berjasa membawa Gli Azzurri ke final. Rival Balotelli untuk penghargaan Pemain Terbaik justru datang dari rekan setimnya, Andrea Pirlo yang mampu menjadi otak permainan Italia.

Sedangkan rival lainnya datang dari kuartet gelandang La Furia Roja: Xavi Hernandez, Xabi Alonso, Cesc Fabregas dan Andres Iniesta. Striker Fernando Torres dan kiper Iker Casillas juga layak diperhatikan. Apalagi, jika mereka menjadi pemain penentu di final nanti. (irb)
Berikut hasil pertemuan Spanyol vs Italia:
31/05/34  Piala Dunia  Italia 1-1 Spanyol
 1/06/34  Piala Dunia  Italia 1-0 Spanyol
12/06/80  Piala Eropa  Italia 0-0 Spanyol
14/06/88  Piala Eropa  Italia 1-0 Spanyol
 9/07/94  Piala Dunia  Italia 2-1 Spanyol
22/06/08  Piala Eropa  Spanyol* 0-0 Italia (adu penalti)
10/06/12  Piala Eropa  Spanyol 1-1 Italia

Balotelli Gemilang, Jerman Pulang

Balotelli Gemilang, Jerman Pulang

Bomber Italia, Mario Balotelli (kanan), merayakan golnya ke gawang Jerman dengan striker Antonio Cassano di Stadion Nasional Warsawa, Kamis (28/6/2012).

WARSAWA, Italia memastikan diri melaju ke final Piala Eropa setelah berhasil menghempaskan Jerman 2-1 dalam laga semifinal Piala Eropa di National Stadium Warsaw, Polandia, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB. Dua gol kemenangan "Gli Azzurri" dikreasikan oleh Mario Balotelli. Sementara, gol Jerman ditorehkan oleh Mesut Oezil.

Di partai puncak, Italia akan menantang juara bertahan Spanyol yang lebih dulu lolos setelah mengalahkan Portugal 4-2 lewat babak adu penalti, Rabu (28/6/2012).

Mario Balotelli tampil gemilang dan membawa Italia sementara unggul 2-0 atas Jerman hingga akhir babak pertama dalam laga semifinal Piala Eropa di National Stadium Warsaw, Polandia, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB. Stiker Manchester City itu memborong dua gol "Gli Azzurri".

Jerman mengambil inisiatif menyerang sejak menit-menit awal. Laga baru berjalan lima menit, bek Mats Hummels membuka peluang pertama Jerman. Namun, tendangannya dari dekat gawang, menerima umpan Lucas Podolski masih mampu ditepis oleh Buffon.

"Der Panzer" terus menekan Italia. Pada menit ke-13, tim asuhan Joachim Loew kembali mendapat peluang melalui Toni Kroos. Namun, lagi-lagi Buffon tampil cukup sigap menepis bola tendangan keras gelandang Bayern Muenchen tersebut dari luar kotak penalti.

Keasyikan menyerang, barisan pertahanan Jerman lengah. Hal itu kemudian dimanfaatkan Italia untuk lebih dulu mencetak gol pada menit ke-20. Berawal dari aksi Antonio Cassano di sisi kiri lapangan. Ia melepaskan umpan akurat ke tengah kotak penalti. Tidak dikawal ketat, Balotelli langsung menyambar bola tersebut dengan sundulan keras tanpa mampu diantisipasi Manuel Neuer.

Tertinggal satu gol, Jerman tak tinggal diam. Meski kesulitan menembus rapatnya pertahanan Italia, Jerman beberapa kali melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Salah satu tembakan Sami Kheidira dari luar kotak penalti hampir membuahkan hasil, jika Buffon tak kembali tampil cemerlang menepis bola tendangan keras tersebut.

Satu menit berselang, lagi-lagi Jerman kecolongan. Kali ini berawal dari serangan balik cepat. Riccardo Montolivo langsung mengirim umpan panjang ke daerah pertahanan Jerman. Balotelli yang lolos offside kemudian menggiring bola ke arah kotak penalti dan melepaskan tendangan keras terarah ke pojok kiri atas tanpa mampu dihalau Neur dan gol.

Jerman  berusaha menekan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, sejumlah usaha mereka belum membuahkan hasil, karena barisan pertahanan Italia tampil cukup rapat.

Selepas turun minum, Jerman langsung menekan. Pemain pengganti Marco Reus mendapatkan kesempatan pada menit ke-60 setelah pelanggaran yang dilakukan Leonardo Bonucci di depan kotak penalti. Namun, lagi-lagi Buffon tampil cemerlang dengan menepis tendangan bebas Reus yang diarahkan ke pojok gawang.

Sepanjang babak kedua ini, Jerman masih mendominasi permainan. Kombinasi Oezil, Toni Kroos, Bastian Schweinsteiger berkali-kali menciptakan peluang. Namun, barisan pertahanan Italia tampil cukup rapi dengan konsentrasi tinggi yang membuat usaha mereka sia-sia.

Pelatih Loew, kemudian memasukan Thomas Muller untuk menambah daya gedor timnya pada menit ke-71. Pemain Bayern Muenchen itu pun mendapat peluang lima menit berselang. Akan tetapi, bola tendangannya dari luar kotak penalti masih menyamping tipis di sisi kiri gawang Italia.

Di babak ini Italia bukan tanpa seranggan. Bahkan, tim asuhan Cesare Prandelli itu berhasil kembali membobol gawang Neuer lewat aksi Federico Balzaretti pada menit ke-83. Namun, gol itu dianulir hakim garis, karena dirinya lebih dulu berada di posisi off-side.
Memasuki injury-time, Jerman mendapat peluang emas setelah Balzaretti melakukan handsball di kotak terlarang. Oezil yang menjadi algojo tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Meski terus berusaha menyamakan kedudukan, skor tersebut akhirnya tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Italia menguasai bola sebanyak 46 persen dan menciptakan lima peluang emas dari 10 usaha. Adapun Jerman melepaskan tujuh tembakan akurat dari 14 kali percobaan.

Susunan pemain:
Jerman (4-5-1): 1-Manuel Neuer; 5-Mats Hummels, 14-Holger Badstuber, 16-Philipp Lahm, 20-Jerome Boateng (13-Thomas Muller 71), 6-Sami Khedira, 7-Bastian Schweinsteiger, 10-Lukas Podolski (11-Miroslav Klose 45), 18-Toni Kroos, 8-Mesut Oezi, 23-Mario Gomez (21-Marco Reus 45).

Italia (4-4-2): 1-Gianluigi Buffon; 3-Giorgio Chiellini, 6-Federico Balzaretti, 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, 8-Claudio Marchisio, 16- Daniele De Rossi, 18-Riccardo Montolivo (5-Thiago Motta 64), 21-Andrea Pirlo, 9-Mario Balotelli, 10-Antonio Cassano (22-Alessandro Diamanti 57).

Wasit: Stephane Lannoy (Perancis)
KOMPAS.com

Spanyol Pulangkan Portugal lewat Drama Adu penalti


Spanyol Pulangkan Portugal lewat Drama Adu penalti AFP Kiper Spanyol, Iker Casillas, menepis tembakan penalti gelandang Portugal, Joao Moutinho, pada semifinal Piala Eropa 2012, di Donbass Arena, Donetsk, Rabu (27/6/2012). 
 
DONETSK, Spanyol melangkah ke final Piala Eropa setelah menang adu penalti 4-2 atas Portugal, di laga semifinal di Donbass Arena, Donetsk, Rabu (27/6/2012). Adu penalti dilakukan karena kedua kubu bermain 0-0 hingga akhir babak tambahan.

Spanyol mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan mengalirkan serangan hingga tuntas. Mereka belum menemukan solusi, ketika Portugal menyelipkan serangan yang berujung tembakan Ronaldo pada menit ke-24.

Tembakan Ronaldo meleset dari sasaran, tetapi Portugal cukup mampu mempertahankan tekanan mereka. Meski lama dan tak sampai berada dalam situasi sangat berbahaya, Spanyol sempat kerepotan mengatasi tekanan Portugal.

Menjelang menit ke-30, Spanyol baru bisa keluar dari tekanan Portugal dan melancarkan serangan. Usaha kali ini membuahkan tembakan dari Andres Iniesta, yang meleset dari sasaran.

Portugal bergerak cepat membalas. Setelah merebut bola dari Jordi Alba, Joao Moutinho mengirimkan bola kepada Ronaldo. Ronaldo kemudian melepaskan tembakan yang membuat bola melesat ke sisi kanan gawang Iker Casillas.

Setelahnya, permainan berjalan lebih terbuka. Namun, kedua kubu sama-sama tak menemukan solusi, sampai peluit turun minum berbunyi.

Pertandingan di babak kedua berlangsung lebih terbuka. Spanyol tampak mencoba bermain lebih lugas dan Portugal mempertahankan agresivitasnya. Namun, mereka sama-sama kesulitan menciptakan ruang tembak dan peluang.

Hugo Almeida mencoba memecah kebuntuan dengan tembakan dari jarak sekitar 23 meter pada menit ke-58, tetapi tembakannya melesat ke atas gawang Spanyol.

Usaha berikutnya dilakukan Spanyol, melalui Xavi pada menit ke-68. Namun, tembakannya mengarah tepat ke Rui Patricio.

Portugal membalas itu dengan dua eksekusi tendangan bebas pada menit ke-73 dan ke-84. Namun, keduanya melesat ke atas gawang Casillas.

Menjelang injury time, Ronaldo kembali mendapatkan kesempatan dan gagal memanfaatkannya. Menguasai bola tanpa pengawalan berarti di dalam kotak penalti, ia melepaskan tembakan yang melambung jauh dari sasaran.

Spanyol tampak lebih baik di babak kedua. Selain bisa mencegah lawan bergerak menyerang, mereka juga lebih konsisten mengalirkan serangan hingga tuntas.

Pada menit ke-96 dan ke-104, misalnya, Andres Iniesta melepaskan tembakan. Sementara usaha pertamanya diblok Bruno Alves, percobaan keduanya dijinakkan Rui Patricio.

Pada menit ke-110 dan ke-111, Cesc Fabregas dan Jesus Navas juga mencoba mencetak gol. Sementara tembakan Fabregas diblok Bruno Alves, tembakan Navas kandas di tangan Patricio.

Portugal sendiri beberapa kali mencoba menyelipkan serangan. Namun, usaha mereka banyak kandas di tengah jalan. Setelahnya, mereka kesulitan menutup ruang, sehingga beberapa kali hampir kebobolan.
Menurut catatan UEFA, hingga akhir babak tambahan, Spanyol menguasai bola sebanyak 45 persen dan menciptakan lima peluang emas dari 11 usaha. Adapun Portugal melepaskan dua tembakan akurat dari sepuluh percobaan.

Susunan pemain:
Portugal (4-3-3):
12-Rui Patricio; 2-Bruno Alves, 3-Pepe, 5-Fabio Coentrao, 21-Joao Pereira; 4-Miguel Veloso (6Custodio Dias de Castro 105), 8-Joao Moutinho, 16-Raul Meireles (18-Varela 113); 7-Cristiano Ronaldo, 9-Hugo Almeida (11-Nelson Miguel Castro Oliveira 81)), 17-Nani

Spanyol (4-3-3): 1-Iker Casillas; 15-Sergio Ramos, 3-Gerard Pique, 18-Jordi Alba, 17-Alvaro Arbeloa; 16-Sergio Busquets, 14-Xabi Alonso, 8-Xavi (17-Pedro 87); 6-Andres Iniesta, 11-Alvaro Negredo (10-Cesc Fabregas 54), 21-David Silva (22-Jesus Navas 60)

Wasit: Cuneyt Cakir

Menang Adu Penalti, Italia Tantang Jerman


Menang Adu Penalti, Italia Tantang Jerman

KIEV,  Melalui drama adu penalti, Italia memenangi partai  perempat final Piala Eropa saat  melawan Inggris, di Olympic Stadium, Kiev, Minggu (24/6/2012). di empat besar, Italia akan menghadapi   Jerman, di Stadion Nasional Warsawa, 28 Juni mendatang.
Adu penalti dilakukan karena kedua kubu bermain imbang tanpa gol hingga akhir babak tambahan. Adu penalti berakhir 4-2.
0-1 Mario Balotelli (Italia) - gol - tembakan ke sudut kanan bawah gawang
1-1 Steven Gerrard (Inggris) - gol - tembakan ke sudut kanan bawah gawang
1-1 Riccardo Montolivo - gagal - meleset ke sisi kanan gawang
2-1 Wayne Rooney - gol - tembakan ke sudut kanan atas gawang
2-2 Andrea Pirlo - gol - tembakan ke tengah gawang
2-2 Ashley Young -  gagal - Kena mistar
2-3 Antonio Nocerino - gol - tembakan ke kanan bawah gawang
2-3 Ashley Cole - gagal - tembakan ke sudut kiri bawah gawang ditangkap Gianluigi Buffon
2-4 Alessandro Diamanti - gol - tembakan ke sudut kanan bawah gawang
Permainan berlangsung cukup terbuka pada awal-awal pertandingan. Kedua kubu beberapa kali bergantian menciptakan ancaman serius ke gawang lawan.

Italia lebih dulu menciptakan ancaman pada menit keempat. Dari luar kotak penalti, Daniele De Rossi melepaskan tembakan jarak jauh, yang membentur tiang kanan gawang Joe Hart. Inggris langsung membalas dengan tembakan jarak dekat, tetapi kandas di tangan Gianluigi Buffon.

Italia belum menciptakan ancaman baru, ketika Wayne Rooney menyundul bola kiriman Glen Johnson dari jarak dekat. Namun, bola melesat ke atas gawang.

Italia baru bisa membalas ancaman itu pada menit ke-26, melalui Mario Balotelli. Namun, John Terry mengeblok tembakan itu, sehingga bola bisa dikuasai Hart. Empat menit kemudian, Balotelli kembali melepaskan tembakan, tetapi Hart tak tampak kesulitan menjinakkannya.

Setelah tembakan Danny Welbeck pada menit ke-32 melenceng dari sasaran, Italia melancarkan serangan yang berujung tembakan Balotelli pada menit ke-41, yang hanya membuahkan tendangan gawang.

Pertandingan tak banyak berubah di babak kedua. Italia masih dominan, tetapi kesulitan mengubah peluang menjadi gol dan Inggris beberapa kali mampu melancarkan serangan, yang juga tidak tuntas sesuai harapan.

De Rossi membuka peluang pertama Italia di babak kedua. Namun, usahanya gagal mengarah tepat sasaran. Empat menit kemudian, De Rossi melepaskan tembakan jarak jauh, yang kali ini kandas di tangan Hart.

Bola muntah ditembakkan Balotelli dari jarak dekat, tetapi kaki Hart masih bisa menghalaunya. Bola muntah kali ini ditembakkan Riccardo Montolivo, yang meleset dari target.

Inggris membalas ancaman-ancaman itu pada menit ke-64, melalui Ashley Young. Namun, usahanya hanya membuahkan tendangan sudut.

Dua menit menjelang injury time, Antonio Nocerino menembakkan bola kiriman Claudio Marchisio, yang diblok oleh Glen Johnson.

Peluang terakhir di babak normal diciptakan Inggris, melalui Wayne Rooney. Namun, bola tak mengarah tepat ke sasaran.

Pada babak tambahan, Italia kembali lebih dulu membahayakan gawang lawan, yaitu pada menit ke-102. Tembakannya tak bisa dihalau, tetapi tetap tak membuahkan gol karena membentur tiang.

Menjelang akhir babak tambahan pertama, Theo Walcott melepaskan umpan silang ke arah Andy Carroll di dekat tiang kanan gawang Italia. Namun, bola keluar lapangan.

Pada babak tambahan kedua, Italia bisa menekan Inggris. Mereka kesulitan menuntaskan peluang dengan baik. Pada menit ke-114, misalnya, Alessandro Diamanti melepaskan tembakan dari jarak dekat, tetapi meleset ke sisi kanan gawang.
Menurut catatan UEFA, hingga akhir babak tambahan, Italia menguasai bola sebanyak 64 persen dan melepaskan 20 tembakan akurat dari 35 usaha. Adapun Inggris menciptakan empat peluang emas dari sembilan percobaan. 

Inggris (4-4-1-1): 1-Joe Hart; 2-Glen Johnson, 3-Ashley Cole, 6-John Terry, 15-Joleon Lescott; 4-Steven Gerrard, 11-Ashley Young, 16-James Milner (7-Theo Walcott  61), 17-Scott Parker (8-Jordan Henderson 90+4); 10-Wayne Rooney; 22-Danny Welbeck (9-Andrew Carroll 60)

Italia (4-1-3-2): 1-Gianluigi Buffon; 6-Federico Balzaretti, 7-Ignazio Abate (2-Christian Maggio 90), 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci; 21-Andrea Pirlo; 8-Claudio Marchisio, 16-Daniele De Rossi (23-Antonio Nocerino 80), 18-Riccardo Montolivo; 9-Mario Balotelli, 10-Antonio Cassano (22-Alessandro Diamanti 78)

Wasit: Pedro Proenca

BY ;Tjatur Wiharyo

Prandelli: Italia Memang Layak Untuk Menang!

Prandelli: Italia Memang Layak Untuk Menang!  
KYIV, Italia melaju ke semifinal setelah menyingkirkan  Inggris 4-2 melalui drama adu penalti, Minggu atau Senin (25/6/2012). Pelatih Cesare Prandelli mengatakan itu adalah kemenangan yang sudah selayaknya  diterima Italia.

"Kami bermain bagus dan pantas menang. Kami bermain lebih sabar dan mengkreasi sejumlah peluang. Saat adu penalti, Anda memang butuh sedikit keberuntungan," cetus Prandelli yang dilansir Football Italia.

Seperti komentarnya yang lalu, eks Pelatih Fiorentina itu memuji skuadnya bermain dengan hati dan karakter yang sebenarnya.

"Mereka layak dipuji, terutama untuk spirit yang mereka pertontonkan. Ide-ide mereka pun sukses mengatasi tim yang telah mempersulit kami," lanjut Prandelli.

Jerman akan jadi lawan Italia berikutnya. Semuanya sudah ada di benak Prandelli.

"Jerman tentu saja yang lebih difavoritkan. Tapi, tunggulah barang sepuluh menit untuk menikmati kemenangan ini, baru kita bicara tentang Jerman," kata Prandelli. Diplomatis.

Blanc: Ada Sesuatu yang Hilang dari Perancis


JEFF PACHOUD / AFP Pelatih Perancis, Laurent Blanc. 
 
DONETSK, Pelatih  Perancis, Laurent Blanc, sangat kecewa dengan kegagalan timnya melangkah ke semifinal setelah bungkam  Spanyol 0-2 pada  laga perempat final Euro 20012 di Stadion Donbass Arena, Sabtu atau Minggu (24/6/2012) dinihari WIB.

"Ketika Anda kalah di  sebuah pertandingan, ada sesuatu yang hilang. Saya tidak tahu apakah itu adalah ambisi kami atau sesuatu yang berbau teknis. tapi, saya pikir para pemain telah memberikan yang mereka miliki. Pertandingan melawan Spanyol selalu sulit. Kami tahu itu," jelas Blanc usai pertandingan.

"Les Bleus" takluk oleh dua gol borongan Xabi Alonso. Kreasi pertamanya dikemas pada menit ke-19. Gol itu berawal dari umpan terobosan Andres Iniesta kepada Jordi Alba. Bek sayap itu menggiring bola dan melepas umpan matang kepada Alonso yang berdiri bebas di dalam kotak penalti lawan. Tanpa kesulitan, gelandang Real Madrid itu menanduk bola dan Hugo Lloris pun gagal mengantisipasi. 
Gol kedua gelandang Real Madrid dilesakkan lewat titik putih pada masa injury time. Kedua gol itu bermakna lebih karena Alonso mengemasnya dalam laga internasional ke-100-nya.

"Saya menyesalkan terjadinya gol pembuka dari peluang pertama yang dimiliki Spanyol. Mereka memang lebih menguasai permainan. Namun, mereka tidak dapat membuat banyak peluang. Sial bagi kami, mereka dapat memanfaatkan (sedikit) peluang itu. Sebelumnya, saya memperkirakan kami dapat menahan 0-0 pada babak pertama. Dengan begitu, kami akan lebih bersemangat memulai babak kedua," tuturnya. (UEFA)

Lloris: Kami Tak Perlu Malu


Lloris: Kami Tak  Perlu Malu- france- spain  

DONETSK,  Tersingkirnya Perancis di perempat final Euro 2012 berusaha disikapi bijaksana  oleh kapten tim, Hugo Lloris. Sebijaksana apa ia menyikapi kekalahan dua gol tanpa balas dari Spanyol, Sabtu atau Minggu (24/6/2012) dinihari WIB?

"Kami tak perlu malu sebab kami kalah dari tim terbaik dunia saat ini. Parsi  kami kecewa karena kami selalu ingin memenangi setiap pertandingan," ujar  Lloris saat dikutip koran Perancis L'Equipe.

Ia merasakan bahwa teknik dan kemampuan para pemain Spanyol lebih tinggi. Menurut Lloris, timnya sudah menguras tenaga dan staminanya untuk merebut bola dari kaki para pemain "La Furia Roja". Namun, gagal.

"Memang  ini sebuah pukulan berat. Tapi, inilah tim terbaik Perancis saat ini menurut saya. Kami harus bersiap menghadapi Piala Dunia di Brasil setelah kegagalan ini," sambung Lloris.

Energi ekstra yang dihabiskan para pemain tim "Ayam Jantan" diamini oleh bek Laurent Koscielny.

"Fisik kami terkuras untuk pertandingan itu. Kami sudah tahu situasi itu sebelumnya. Itu sebabnya kami mengandalkan serangan balik dan berusaha mencetak gol dari sana. Yang kami sesali, kami tak memiliki kualitas ofensif yang baik," keluh bek Arsenal. Koscielny maju sebagai starter dengan menggantikan Philippe Mexes yang terkena akumulasi kartu.

Ironisnya, "Les Bleus" sudah tahu akan mendapatkan serangan dari Jordi Alba di kiri pertahanannya. Lebih ironis skema untuk mengantisipasi pergerakan Alba gagal total.

"Kami sudah menyiapkan Mathieu (Debuchy) dan Anto (Reveillere). Namun setelah itu, kami justru mempertaruhkan risiko lebih besar pada pertahanan kami. Kekecewaan kami adalah karena kami punya peluang untuk menang," tandas Koscielny.
Sumber: L'Equipe

Xabi Bawa Spanyol Ke Semifinal



FILIPPO MONTEFORTE / AFP
Gelandang Spanyol Xabi Alonso merayakan golnya bersama golnya ke gawang Perancis bersama rekannya, Cesc Fabregas, dalam pertandingan perempat final Euro di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Sabtu (23/6/2012). 
DONETSK,  Spanyol  menyisakan tinggal dua langkah lagi untuk mempertahankan gelar juara Piala Eropa, sekaligus memenuhi ambisi mengawinkan trofi Piala Eropa 2012 dengan Piala Dunia 2010
"La Furia Roja" mendapat tiket semifinal setelah sukses mengandaskan Perancis 2-0 laga perempat final di Stadion Donbass Arena, Sabtu atau Minggu (24/6/2012) dinihari WIB.

Di paruh pertama, Spanyol sudah unggul lewat tandukan Xabi Alonso. Hasilnya, Perancis tersengat dengan gol Spanyol. Tim "Ayam Jantan" kontan tampil agresif pada awal babak kedua. Sebuah tandukan Mathieu Debuchy masih melambung di atas jala Iker Casillas setelah memanfaatkan umpan Franck Ribery mengancam gawang Spanyol.

Pada paruh babak kedua, Vicente Del Bosque memasukkan penyerang Fernando Torres dan Pedro Rodriguez, untuk menggantikan Cesc Fabregas dan David Silva. Sementara di kubu Perancis, Laurent Blanc memainkan Samir Nasri dan Jeremy Menez. Kedua pemain tersebut menggantikan Florent Malouda dan Debuchy.

Perubahan ala Del Bosque nyaris membuahkan hasil pada menit ke-70. Dari sisi kanan pertahanan Perancis, Pedro melakukan tusukan dan melepas umpan kepada Torres. Sayang, bola berhasil diserobot Laurent Koscielny sebelum jatuh ke kaki "El Nino", julukan Torres.Pada menit ke-79, Torres membahayakan gawang Hugo Lloris, namun striker Chelsea itu sudah terpedaya jebakan offside.
Tersisa sebelas menit, Spanyol masih menguasai pertandingan. Bahkan, "La Seleccion" mendapatkan hadiah penalti setelah Pedro dijegal Anthony Reveillere pada masa injury time. Alonso sukses menjadi algojo dan mengecoh Lloris dengan lesakan bola ke kiri gawang. Gol itu memateraikan kemenangan skuad Matador" atas tim "Ayam Jantan" 2-0.

Dua gol kreasi Alonso dalam pertandingan internasional keseratusnya mengantarkan Spanyol ke semifinal Euro 2012. Iker Casillas dan kawan-kawan sudah ditunggu Portugal dalam perebutan tiket final di stadion yang sama dengan semifinal Sabtu malam ini, yakni di Donbass Arena, Donetsk pada 27 Juni mendatang.  

Susunan Pemain
Spanyol (4-3-3):
1-Iker Casillas; 3-Gerard Pique, 15-Sergio Ramos, 17-Alvaro Arbeloa, 18-Jordi Alba; 8-Xavi, 14-Xabi Alonso, 16-Sergio Busquets; 6-Andres Iniesta (Carzolla 83), 10-Cesc Fabregas (Torres 67), 21-David Silva (Pedro 64)

Perancis (4-2-3-1): 1-Hugo Lloris; 4-Adil Rami, 13-Anthony Reveillere, 21-Laurent Koscielny, 22-Gael Clichy; 2-Mathieu Debuchy (Menez 64), 6-Yohan Cabaye; 7-Franck Ribery, 15-Florent Malouda (Nasri 64), 17-Yann M'Vila; 10-Karim Benzema

Wasit: Nicola Rizzoli (Italia)

Nani: Portugal is Fantastic


Nani: Portugal is Fantastic


WARSAWA, Gelandang Portugal, Nani, menilai timnya tampil luarbiasa, ketika membungkus Republik Ceko 1-0 pada pertandingan perempat final di Stadion Nasional, Warsawa, Kamis (21/6/2012).
"Ini Pertandingan  sulit. Setiap orang yang berada di lapangan sangat fantastis dan pemain tampil luar biasa," jelas Nani usai pertandingan.

Portugal sempat dibuat kerepotan oleh permainan Ceko. "Seleccao" bangkit pada babak kedua. Setelah beberapa kali usaha tim besutan Paulo Bento gagal, Cristiano Ronaldo berhasil membobol gawang Petr Cech pada menit ke-79. Dari sisi kiri pertahanan Ceko, Joao Moutinho melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti lawan.
Ronaldo berlari cepat melewati Gebre Selassie dan menyambut bola dengan tandukannya. Bola sempat mengenai tanah dan tangan Petr Cech, sebelum melesat ke langit-langit gawang.

Dengan hasil ini, Portugal melaju ke babak semifinal. Dalam perebutan tiket final, Portugal akan berhadapan dengan Spanyol atau Perancis. 
"Seluruh tim percaya diri berkaitan dengan pertandingan selanjutnya. Ronaldo mencetak gol. Kami memenangkan pertandingan dan itu yang paling penting," tutur gelandang Manchester United tersebut.

Ronaldo: Ini Bukti Kematangan Portugal!

Ronaldo: Ini Bukti Kematangan Portugal! FRANCISCO LEONG / AFP Selebrasi Penyerang Portugal Cristiano Ronaldo usai membobol gawang Republik Ceko pada babak perempat final, Kamis (21/6/2012). Berkat gol tersebut, Portugal melaju ke babak semifinal.
WARSAWA, Penyerang Portugal, Cristiano Ronaldo, mengungkapkan bahwa  keberhasilan timnya melaju ke semifinal adalah satu bukti kematangan "Seleccao". Ronaldo berpendapat timnya siap menantang tim mana pun dalam perebutan tiket ke final.

Portugal melangkah ke 4 Besar Euro 2012 setelah menundukkan  Republik Ceko 1-0 di Stadion Nasional Warsawa, Kamis (21/6/2012). Gol semata wayang Portugal diciptakan Ronaldo pada menit ke-79.

"Kami bermain bermain baik, menciptakan banyak peluang, dan beberapa kali bola membentur tiang. Namun, prioritas masuk ke semifinal sukses kami dapatkan," cetus Ronaldo seusai pertandingan.

Lawan Portugal pada babak semifinal tidak mudah. Tim besutan Paulo Bento tersebut akan berhadapan dengan Spanyol atau Perancis.
"Tim ini matang dan kami siap untuk pertandingan selanjutnya. Pada pertandingan tadi, tembakanku dua kali membentur tiang. Namun yang terpenting, aku menciptakan gol, tim bermain sangat baik, dan setiap orang bahagia," tutur penyerang Real Madrid tersebut. (BBC)